Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:08 WIB

Anggota DPRD Sebut Pentingnya Raperda Baru untuk Pencegahan HIV/AIDS di Kutim

Novel Tyty Paembonan - Anggota DPRD Kutim

Novel Tyty Paembonan - Anggota DPRD Kutim

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Novel Tyty Paembonan menekankan pentingnya rancangan peraturan daerah (Perda) tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kutai Timur. Hal ini disampaikan usai memimpin hearing di ruang Hearing DPRD Kutim, pada  Rabu (17/06/2024).

Novel yang merupakan Ketua Pansus Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS mengatakan bahwa data tentang HIV dan AIDS dapat di cek melalui Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Data tentang pengidap HIV dan AIDS bisa dicek melalui KPAD dan Dinas Kesehatan. Mereka memiliki data yang pasti,” ujar Dr. Novel.

Ia menambahkan bahwa jumlah pengidap penyakit ini pasti meningkat karena belum adanya perda yang efektif.

Baca Juga :  Google Gandeng Disdikbud Kukar, Transformasi Digital Sekolah Ingin Dijadikan Contoh bagi Jepang

“Pengidap penyakit HIV dan AIDS itu pasti meningkat. Logikanya begini, hari ini karena kita belum punya perda dan kita tidak punya tindakan, kita tidak punya tindak tanduk untuk ke lapangan mau bikin apa,” jelasnya.

Ia berharap Perda itu segera disahkan dan diikuti dengan peraturan Bupati. Dalam kesempatan itu juga dirinya memberikan contoh konkret mengenai kondisi di lapangan.

“Contoh sekarang, misalnya di kawasan refleksi dan massage di berbagai tempat, jika tidak ditertibkan oleh Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), kami mohon nantinya disediakan bantuan kondom dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga :  Dukung Pengembangan Pickleball, Ketua DPRD Kukar Fokus Bangun SDM Lewat Olahraga

Menurutnya, upaya itu bukan untuk memudahkan perilaku berisiko, melainkan untuk mencegah penularan.

“Ini bukan untuk memudahkan mereka, tapi paling tidak untuk mencegah. Orang sudah punya niat, niatnya tidak sehat, tidak ada proteksi, maka lebih parah kan begitu,” tambahnya.

Lebih lanjut. Anggota Dewan yang tergabung dalam dalam komisi A itu menyarankan, agar rumah-rumah yang berpotensi menjadi sarang penyebaran ditertibkan dan diberikan solusi untuk hidup lebih mandiri.

“Lebih baik lagi kalau rumah-rumah seperti itu ditertibkan, diberikan solusi bagaimana hidup menjadi lebih mandiri lewat UMKM dan sebagainya daripada menjadi tempat yang menjadi sarang penyebaran. Itu kan lebih baik,” pungkasnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Terbatasnya Lapangan Pekerjaan, Dorong Entrepreneurship Jadi Solusi

Pemerintah

Ketua DPRD Kukar Menghadiri Pelantikan PC-IWSS Kukar 2025-2030, Hadijah Ahmad Yani Dikukuhkan Sebagai Ketua

Advertorial

Pemkab Kutim Masuk Tahap Wawancara TOP Digital Award 2023

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Sebut Konflik Lahan Berakar dari Sistem Kewenangan Pertanahan yang tersentral di Pemerintah Pusat

Pemerintah

Honor Guru Non-ASN Kukar Tertunggak Tiga Bulan, Disdikbud Minta Sekolah Aktif Percepat Rekonsiliasi Data

Advertorial

Disdikbud Kukar Sudah Melaksanaan Pelestarian Bahasa Daerah Sejak Tahun 2022

Advertorial

Resmikan BPU Desa Sepakat, Bupati Kukar Harap Dapat Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat

Advertorial

Pemkab Kukar Akan Melakukan Penunjukan 4 Pj Kepala Desa dari Kalangan ASN