Home / Uncategorized

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:44 WIB

Bupati Kukar Akui Beban Puskesmas 24 Jam Berat, Pemkab Siapkan Evaluasi Sistem

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menanggapi keluhan sejumlah tenaga kesehatan terkait rencana penerapan layanan puskesmas 24 jam.

Menurutnya, pemerintah daerah memahami beban kerja petugas kesehatan yang harus dibagi dalam beberapa shift pelayanan.

Ia menegaskan persoalan utama dalam penerapan layanan 24 jam terletak pada pengaturan sistem kerja dan distribusi tenaga kesehatan di lapangan.

“Ini kan proses pengaturannya yang harus kita atur. Memang teman-teman mengeluhkan mereka masuk pagi, nanti malam jaga lagi, nah inilah yang harus diatur,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan di puskesmas memiliki dua program besar, yakni Usaha Kesehatan Perseorangan (UKP) dan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM).

Kedua program tersebut memiliki tanggung jawab berbeda namun sama-sama penting dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Aulia menjelaskan pelayanan UKP lebih berfokus pada pengobatan dan pelayanan langsung kepada pasien, sementara UKM berkaitan dengan upaya promotif dan preventif seperti penyuluhan serta promosi kesehatan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Sejumlah Kegiatan Meriahkan HKN 2024 di Kukar, Kepala Dinas Kesehatan Beri Pesan Bagi Pemuda

Ia menyebut puskesmas tidak hanya bertugas mengobati masyarakat yang sakit, tetapi juga menjalankan upaya menjaga masyarakat tetap sehat melalui berbagai program kesehatan.

“Kan ada lima upaya kesehatan, yaitu promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan kuratif. Nah promosi dan prevensi ini bagaimana cara melindungi orang untuk tetap sehat,” katanya.

Meski mengakui beban kerja tenaga kesehatan cukup berat, Aulia memastikan pemerintah daerah sedang mencari formula terbaik agar pelayanan 24 jam tetap berjalan tanpa membebani petugas secara berlebihan.

Karena itu, ia telah meminta Kepala Dinas Kesehatan yang baru untuk menyusun strategi teknis di lapangan, termasuk pengaturan jam kerja, pembagian shift, hingga evaluasi kebutuhan sumber daya manusia di setiap puskesmas.

Baca Juga :  SDN 018 Tenggarong Telah Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar Sejak Tahun 2022

“Nah inilah yang kami tugaskan kepada kepala dinas kesehatan yang baru, bagaimana caranya mentaktisi ini di lapangan sehingga petugas kita bisa bekerja dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan penilaian terhadap standar pendukung pelayanan kesehatan, mulai dari jumlah tenaga kesehatan hingga kesiapan sarana dan peralatan medis di masing-masing puskesmas.

Terkait kemungkinan penambahan tenaga kesehatan, ia menyebut pemerintah daerah masih akan melakukan evaluasi kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, distribusi tenaga kesehatan akan diatur berdasarkan kondisi masing-masing puskesmas agar pelayanan dapat berjalan lebih merata dan optimal.

“Nanti kita nilai, misalnya di puskesmas ini kelebihan tenaga, puskesmas ini kekurangan tenaga, nanti bagaimana kita atur mekanismenya,” tutupnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Disdikbud Diimbau Respon Cepat dan Positif Program PGP

Uncategorized

Pemkab Kutim Apresiasi Sinergi Pemuda Panca Marga dan Granat Dalam Wujudkan Pemilu Bersih dan Berintegritas

Uncategorized

Danrem 091/ASN : Cegah Radikalisme dan Penanganan Covid-19

Advertorial

Pemkab Kukar Berikan Bantuan 20 Unit Hand Tractor kepada Poktan di Sejumlah Kecamatan

Uncategorized

Rendi Solihin Tinjau Pembangunan Infrastruktur di Loa Kulu

Uncategorized

Rumah Cokelat Binaan PT MHU, Sukses Hasilkan Produk Berkualitas dan Halal

Uncategorized

Pemkab dan KNPI Kukar Tegaskan Peran Pemuda Krusial Dalam Pembangunan Daerah

Uncategorized

Disdikbud Kutim Pasang Internet Gratis untuk Sekolah Negeri