Home / Uncategorized

Sabtu, 18 April 2026 - 17:21 WIB

Bupati Kukar Hargai Keputusan Mundur PPPK yang Enggan Ditugaskan ke Pelosok, Pemkab Pastikan Tak Ada Perpindahan

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri angkat bicara terkait sejumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mengundurkan diri karena ditempatkan di wilayah pelosok.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa keputusan mundur merupakan pilihan yang lebih baik dibanding tidak menjalankan tugas.

Menurutnya, sejak awal proses rekrutmen, penempatan di daerah terpencil sudah menjadi bagian dari komitmen yang harus dipenuhi oleh para pelamar.

Ia menilai, polemik yang berkembang seolah-olah banyak yang membela pihak yang tidak bersedia bertugas di wilayah pelosok.


“Kok kita seolah-olah membela orang yang tidak mau bertugas di pedalaman, di pelosok, hanya karena sesuatu dan lain hal,” tegasnya.

Bupati menyatakan justru menghargai para PPPK yang memilih mengundurkan diri secara terbuka.

Baca Juga :  Kadisdikbud Kutim Utamakan Pelajaran Agama Dalam Kurikulum Pembelajaran


“Saya angkat topi kepada teman-teman yang tidak bisa melaksanakan tugas di sana mengundurkan diri, sehingga formasi itu bisa kita usulkan lagi,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut dinilai lebih jujur dibandingkan tetap menerima penempatan namun tidak menjalankan tugas.


Ia juga menegaskan bahwa kebijakan pemerintah daerah tetap konsisten, yakni tidak membuka ruang perpindahan dari daerah pelosok ke perkotaan setelah penempatan.


“Kalau sudah di tempatnya di daerah tertentu apalagi di daerah-daerah pelosok, pilihannya sederhana, mau atau tidak. Kalau tidak mau, mengundurkan diri,” ujarnya.

Aulia menekankan bahwa membuka celah perpindahan akan berdampak luas terhadap sistem penempatan tenaga kerja di daerah.


“Kalau satu saja keran kita buka untuk boleh pindah, maka semua orang pasti akan minta pindah,” tegasnya.

Baca Juga :  Pelajar SMA 1 Rantau Pulung Raih Peringkat 3 Lomba Duta Pelajar Sadar Hukum Tingkat Provinsi Kaltim

Ia menyebut bahwa persoalan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk disampaikan ke pemerintah pusat.


“Berikan alasan secara objektif sehingga ini bisa menjadi bahan evaluasi yang akan kita teruskan ke KemenpanRB dan ke BKN,” katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya pemenuhan kebutuhan tenaga pelayanan dasar di wilayah terpencil, seperti guru dan tenaga kesehatan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Kukar telah menyiapkan kebijakan tambahan untuk mengisi kekosongan tenaga di daerah.


“Kita bikin BKKD untuk perawat dan bidan, dan tidak menutup kemungkinan ke depan juga untuk tenaga guru,” jelasnya.

Ia pun menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen memastikan pelayanan masyarakat di pelosok tidak terabaikan.


“Di sana warga masyarakat kita juga yang harus kita perhatikan,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Resmi Jabat Ketua DPC Demokrat Kukar, AFD Langsung Lakukan Persiapan Hadapi Pemilu 2024

Uncategorized

Bupati Kukar Akui Beban Puskesmas 24 Jam Berat, Pemkab Siapkan Evaluasi Sistem

Uncategorized

Pemkab Kutim Peringati HKN 2024, Angkat Tema Gerak Bersama Sehat Bersama

Advertorial

Pemkab Kukar Hadiri Rakor Administrasi Pembangunan se-Kaltim

Pemerintah

Pengembangan Sektor Pertanian di Desa Karang Tunggal Diseimbangi dengan Peningkatan SDM

Uncategorized

Pemkab Kutim Apresiasi Sinergi Pemuda Panca Marga dan Granat Dalam Wujudkan Pemilu Bersih dan Berintegritas

Uncategorized

Setubuhi Pacar Sambil Direkam Setelah Dicekoki Kopi Campur Kecubung

Uncategorized

UPTD P2TP2A Kukar Catat 77 Kasus Kekerasan Seksual Januari hingga Mei 2026