KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, memastikan bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jembatan Kutai Kartanegara pada Senin malam tidak berkaitan dengan kondisi struktur jembatan.
Hal tersebut ditegaskannya usai menanggapi keluhan sejumlah warga yang menyebut jembatan dalam kondisi goyang.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran melalui rekaman kamera pengawas (CCTV), insiden tersebut murni disebabkan oleh faktor kelalaian pengendara. Dari rekaman yang ada, terlihat sepeda motor mengambil jalur sebelah kanan hingga akhirnya terjadi tabrakan.
“Kalau kita lihat dari CCTV, kecelakaan itu tidak ada hubungannya dengan kondisi jembatan. Itu memang sepeda motor yang mengambil alih jalan sebelah kanan dan akhirnya terjadi tabrakan,” jelasnya.
Terkait keluhan warga mengenai kondisi jembatan yang dirasakan bergoyang, Aulia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi bersama pihak terkait pengelola jembatan.
Ia menyebutkan, pengukuran dan pemeriksaan teknis telah dilakukan untuk memastikan kondisi struktur jembatan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, jembatan dinyatakan masih dalam kondisi aman untuk dilalui oleh kendaraan dan masyarakat.
“Dinas PUPR kita sudah berkoordinasi dengan pihak wilayah jembatan, sudah dilakukan pengukuran, dan hasilnya masih dalam kondisi aman untuk dilewati,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Ia memastikan langkah antisipatif akan segera diambil jika kondisi jembatan dinilai tidak lagi aman.
“Kalau sudah menjadi kondisi tidak aman, tentu kita akan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Kukar juga secara rutin mengalokasikan anggaran pemeliharaan infrastruktur sebagai bentuk komitmen dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya pada fasilitas publik vital seperti jembatan.
“Kita tetap mengalokasikan pemeliharaan untuk menjamin bahwa jembatan ini aman untuk dilalui oleh warga,” pungkasnya. (ltf/fdl)









