Home / Advertorial / Infrastruktur / Pemerintah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Dishub Kukar Pasang 1.600 Titik LPJU di 20 Kecamatan Menggunakan APBD 2026

Ahmad Junaidi - Kepala Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Ahmad Junaidi - Kepala Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan penyediaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sejumlah wilayah melalui program yang telah dianggarkan dalam APBD murni 2026. Pada tahap ini, pemasangan LPJU menyasar sekitar 1.600 titik yang tersebar di 20 kecamatan di Kukar.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan LPJU pada APBD Perubahan merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dianggarkan sebelumnya.

Ia menegaskan, tidak terdapat tambahan anggaran baru untuk kegiatan tersebut dalam APBD Perubahan.

Menurutnya, pemasangan LPJU menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan penerangan jalan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang masih minim fasilitas penerangan.

Sebaran pembangunan dilakukan di berbagai kecamatan dengan mempertimbangkan kebutuhan penerangan di jalan-jalan yang menjadi akses utama masyarakat.

“Pemasangan lampu penerangan jalan, dengan jumlah sekitar 1.600 titik di seluruh wilayah Kukar yang tersebar di 20 kecamatan,” ujarnya pada Rabu (14/10/2026).

Selain mengandalkan APBD, Dishub Kukar juga mengusulkan pembangunan LPJU melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.

Pemasangan lampu tenaga surya menjadi salah satu solusi yang diusulkan untuk memenuhi kebutuhan penerangan di daerah tersebut.

Ahmad Junaidi menyebutkan, kebutuhan LPJU tenaga surya di Kukar diperkirakan mencapai lebih dari 20 ribu titik. Jumlah tersebut merupakan kebutuhan yang telah didata dan akan diusulkan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait, dengan prioritas pada daerah yang belum memiliki akses listrik memadai.

Baca Juga :  Wabup Kukar Membuka Kegiatan Takjil War, Antusias Masyarakat Ramaikan Acara

“Ada juga wilayah yang sudah memiliki jaringan tegangan tinggi, tetapi belum tersedia jaringan tegangan rendah. Itu juga kami upayakan menggunakan tenaga surya,” jelasnya.

Dari sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pemasangan LPJU, Kecamatan Tenggarong menjadi salah satu daerah dengan kebutuhan penerangan yang cukup besar.

Ahmad Junaidi mencontohkan jalur dari Loa Tebu menuju Senoni, termasuk akses menuju Desa Tanjung Harapan dan Desa Sanggulan, yang terus dilengkapi penerangan di sepanjang jalan kabupaten.

Ia mengatakan, pemasangan LPJU di jalur tersebut hampir menuntaskan kebutuhan penerangan pada ruas yang menjadi sasaran pekerjaan. Pengecekan lapangan yang dilakukan beberapa waktu lalu juga menunjukkan sejumlah lampu telah menyala dan mulai dimanfaatkan masyarakat.

Selain jalur Loa Tebu menuju Senoni, penerangan juga telah dipasang di sepanjang akses dari Loa Tebu menuju penyeberangan Sirbaya. Keberadaan LPJU di kawasan tersebut dinilai penting karena sejumlah wilayah di sekitarnya merupakan daerah pertanian yang aktivitas masyarakatnya dimulai sejak dini hari.

Ahmad Junaidi menjelaskan, para petani kerap berangkat menuju pasar pada pukul 02.00 hingga 03.00 Wita untuk membawa hasil pertanian dan melakukan transaksi pada pagi hari. Kondisi jalan yang terang diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan membantu meningkatkan keamanan masyarakat saat beraktivitas.

Baca Juga :  Unsur Pimpinan DPRD Kutim Periode 2019-2024 Klarifikasi Tudingan Terkait Silpa dan APBD Perubahan 2024

“Aktivitas mereka banyak dimulai sejak subuh. Kadang pukul 02.00 atau 03.00 Wita sudah berangkat ke pasar, sehingga penerangan jalan sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Selain Tenggarong, pemasangan LPJU juga menyasar sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tenggarong Seberang dan Loa Kulu. Di Loa Kulu, penerangan dilakukan pada jalan poros menuju Jonggon, termasuk kawasan yang menjadi akses menuju Sekolah Polisi Negara (SPN) dan markas Brimob, sehingga dapat menunjang mobilitas masyarakat maupun personel yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Dishub Kukar juga melakukan pengecekan penerangan di Jalan Margasari, termasuk kawasan yang berada di sekitar lokasi longsor. Selanjutnya, pembangunan LPJU direncanakan menjangkau ruas jalan poros dari Loa Kulu menuju Loa Janan.

Ahmad Junaidi menyebutkan, penyelesaian pekerjaan mengikuti jadwal kontrak masing-masing kegiatan, dengan sebagian pekerjaan telah rampung pada awal Oktober dan kontrak lainnya dijadwalkan berakhir hingga November 2026.

Ia menegaskan, pihaknya terus memantau pelaksanaan pembangunan untuk memastikan lampu yang dipasang dapat berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penyelesaian pekerjaan yang masih berlangsung diharapkan dapat memperluas jangkauan penerangan jalan, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah yang menjadi jalur aktivitas pertanian dan penghubung antardesa.

“Harapannya, pemasangan LPJU ini bisa membantu masyarakat yang beraktivitas pada malam hari maupun dini hari, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan,” tutupnya. (ltf/fdl/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kepala Dispora Menutup Piala Askab PSSI Kukar U-20 2025, Kecamatan Tenggarong Juara

Pemerintah

Honor Guru Non-ASN Kukar Tertunggak Tiga Bulan, Disdikbud Minta Sekolah Aktif Percepat Rekonsiliasi Data

Bisnis

Ketua DPRD Kukar Dukung Pasar Ramadan yang Dipusatkan di Kawasan Tangga Arung Square

Advertorial

Sekda Kukar Melepas Kirab Drumband GSCL Latsitarda Nusantara 2024

Advertorial

DPRD Kaltim Menggelar Rapat Kerja Lintas Sektor Membahas Skema Pelaksanaan Program Pendidikan Gratis

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Berkomitmen Menyalurkan Aspirasi Meski Tak Lagi Menjabat

Infrastruktur

Belajar dari Keberhasilan Bali, DPRD Kutim Aktif Sosialisasikan Perda HIV/AIDS

Advertorial

Pemdes Loa Ulung Fokus Kembangkan Sektor Perikanan dan Pariwisata