KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, bersama sejumlah anggota DPRD Kukar meninjau lokasi sekaligus memberikan bantuan bagi korban kebakaran di Kelurahan Melayu Kecamatan Tenggarong, pada Selasa (6/10/2026).
Kebakaran yang terjadi pada Senin (5/10/2026) sore tersebut menghanguskan sekitar 75 bangunan rumah dan berdampak terhadap puluhan kepala keluarga. Ahmad Yani menyebut musibah tersebut menjadi duka bersama masyarakat Kukar.
Menurutnya, peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga sekaligus mengevaluasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi penanganan kebakaran di kawasan permukiman padat.
“DPRD Kutai Kartanegara melihat langsung, meninjau langsung kejadian kebakaran yang tentu ini kan menjadi duka kita semua, menjadi duka masyarakat Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Ahmad Yani mengatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi permukiman yang cukup padat serta akses jalan yang dinilai belum memadai. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat api lebih mudah menjalar dan menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman.
Ia menyebut, berdasarkan pendataan sementara, kebakaran tersebut berdampak terhadap sekitar 62 kepala keluarga. Kondisi tersebut menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi agar penataan kawasan dan fasilitas pendukung dapat diperbaiki.
“Karena kepadatan, kemudian fasilitas, jalan yang tidak memadai, akhirnya yang harusnya satu kebakaran ini ternyata semuanya hampir kena dan bahkan ketika kita hitung itu sekitar 62 kepala keluarga,” jelasnya.
Menurut Ahmad Yani, pemerintah perlu melakukan pemulihan kawasan secara bertahap, termasuk menata kembali fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Penataan tersebut juga harus memperhatikan akses kendaraan pemadam kebakaran agar dapat menjangkau permukiman ketika terjadi keadaan darurat.
Selain itu, ia menilai fasilitas pencegahan dan penanggulangan kebakaran juga perlu diperkuat, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi. Infrastruktur seperti akses jalan, sarana pemadaman, mobil tangki, hingga hidran kering dinilai perlu tersedia secara memadai.
Ahmad Yani juga mengapresiasi perjuangan petugas pemadam kebakaran yang menurutnya telah bekerja keras dalam menangani kebakaran tersebut meski menghadapi keterbatasan fasilitas di lapangan.
“Tadi malam itu Damkar sangat berjuang keras dengan segala keterbatasannya, dan mereka sangat perlu, seperti mobil tangki dan juga hidran kering, khususnya di permukiman padat,” katanya.
Ia menegaskan, keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran tidak boleh kembali terjadi. DPRD Kukar akan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi bersama pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan infrastruktur penanggulangan kebakaran dapat dipenuhi.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran DPRD Kukar juga memberikan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat musibah tersebut.
Ahmad Yani mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk turut membantu para korban. Menurutnya, kepedulian bersama diperlukan untuk mendukung proses pemulihan warga setelah musibah kebakaran.
“Ke depan insya Allah kita akan evaluasi semua, kita pastikan bahwa semuanya itu lengkap dan tidak boleh ada tempat-tempat, termasuk yang memang padat penduduk, yang fasilitasnya tidak memadai. Tidak boleh lagi kita lengah, ceroboh, dan bahkan lalai dalam rangka menyediakan infrastruktur kebakaran,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)










