Home / Hukum - Kriminal / Pemerintah

Senin, 2 Februari 2026 - 14:18 WIB

Kasus Kekerasan Anak Dominasi Pengaduan di Kukar, UPTD P2TP2A Tangani 204 Kasus Sepanjang 2025

Farida - Kepala UPTD P2TP2A Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Farida - Kepala UPTD P2TP2A Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemberdayaan Perempuan Terpadu dan Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat sebanyak 204 kasus yang ditangani sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, kekerasan seksual terhadap anak menjadi kasus yang paling mendominasi.

Hal itu disampaikan Kepala UPTD P2TP2A Kukar, Farida, saat ditemui di kantornya pada Senin (02/02/2026).

Ia menjelaskan, seluruh pengaduan yang masuk ke UPTD P2TP2A selalu ditangani hingga tuntas sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

“Semua pengaduan yang masuk kami layani sampai selesai. Selesai itu artinya sesuai kebutuhan penerima manfaat, apakah hanya membutuhkan mediasi, pendampingan psikologis, atau sampai pendampingan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Farida menegaskan, istilah yang digunakan saat ini bukan lagi “korban”, melainkan penerima manfaat, karena setiap penanganan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu yang melapor.

Menurutnya, meningkatnya jumlah kasus dari tahun ke tahun tidak serta-merta menunjukkan semakin maraknya kekerasan, namun juga menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor. Ia menyebut, dibandingkan tahun 2024, jumlah kasus pada 2025 mengalami peningkatan.

Baca Juga :  Dua Kecamatan Baru Dimekarkan, Migrasi KTP Masyarakat Sudah Dilakukan

“Kalau dibandingkan 2024, di 2025 ini kasus yang kami tangani lebih banyak. Salah satu faktornya karena masyarakat sudah semakin paham bahwa ada tempat mengadu,” jelasnya.

Ia mengibaratkan fenomena tersebut seperti gunung es, karena sebelumnya banyak kasus yang tidak terlihat di permukaan karena masyarakat bingung harus melapor ke mana. Dengan adanya UPTD P2TP2A sebagai wadah pengaduan, kasus-kasus yang selama ini tersembunyi mulai terungkap.

Farida juga mengungkapkan, pengaduan yang masuk tidak hanya terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga persoalan perdata seperti perebutan hak asuh anak dan sengketa keluarga yang masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi. Namun, untuk kasus pidana, pihaknya tetap melakukan pendampingan hingga ke ranah hukum.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kukar Sementara Mendorong Pengembangan Sektor Pariwisata

Dari data 2025, kekerasan seksual terhadap anak menjadi kasus tertinggi, dengan wilayah Kecamatan Tenggarong sebagai daerah dengan jumlah kasus paling banyak, seiring dengan tingginya jumlah penduduk. Sementara itu, dari sisi usia, kelompok anak usia 6–12 tahun dan 13–17 tahun menjadi kelompok paling rentan.

“Secara sederhana, korban paling banyak itu usia 6 sampai 17 tahun. Ini yang harus menjadi perhatian serius orang tua dan keluarga,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam pengawasan dan pola asuh anak, agar mereka tidak menjadi korban maupun pelaku kekerasan. Menurut Farida, anak-anak pada rentang usia tersebut masih sangat mudah dipengaruhi, dirayu, bahkan diancam, terlebih jika pelaku merupakan orang terdekat.

“Oleh karena itu, pemahaman tentang pendidikan seks usia dini sangat penting, agar anak-anak tahu batasan, berani melapor, dan tidak membiarkan kekerasan terjadi lebih lanjut,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Desa Tanjung Batu Siapkan Ratusan Hektare Lahan Pertanian, Lanjutan Program Kawasan Cadangan Pangan

Advertorial

Sekda Dorong Seluruh Stakeholder Berkolaborasi Dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kukar

Advertorial

Disdikbud Kutim Terus Berupaya Tingkatkan Daya Tampung Pendidikan

Advertorial

Delegasi Perdagangan dan Bisnis dari Brunei dan China Kunjungi Pemkab Kukar

Pemerintah

Peringatan Hari Ibu ke-97, Pemkab Kukar Ajak Perempuan Terus Berdaya

Advertorial

DPMD Kukar Mendukung Program Koperasi Merah Putih

Advertorial

Pemkab Kukar Pastikan Stok Bahan Pokok di Pasar Aman Selama Ramadan

Advertorial

Asisten II Setkab Kukar Menghadiri Rapat Pengendalian Inflasi di HBKN