Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Senin, 21 Juli 2025 - 19:51 WIB

Ketua DPRD Kukar Menyebut APBD Perubahan Harus Realistis, Program Prioritas Harus Tepat Sasaran

Ahmad Yani - Ketua DPRD Kukar

Ahmad Yani - Ketua DPRD Kukar

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan pentingnya konsistensi dan rasionalitas dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025.

Hal tersebut disampaikannya usai Rapat Paripurna DPRD Kukar masa sidang III, yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD, pada Senin (21/07/2025).

Menurut Ahmad Yani, prognosis keuangan yang disampaikan pemerintah daerah harus mencerminkan kenyataan ketersediaan dana. Ia mencontohkan jika dalam prognosis tercatat dana tersedia sebesar Rp5 triliun, sementara belanja direncanakan sebesar Rp6 triliun, maka hal tersebut dinilai tidak sesuai.

“Kalau besar pasar daripada tiang, itu artinya tidak klir. Maka dari itu, kami DPRD bersama pemerintah daerah harus bersiap memangkas anggaran yang tidak rasional atau kurang prioritas,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pemangkasan anggaran bukan berarti mengabaikan kesejahteraan masyarakat. Justru DPRD mendorong agar belanja daerah diarahkan pada program-program yang benar-benar memberi manfaat langsung kepada masyarakat serta mendukung pencapaian program Kukar Idaman Terbaik.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Dukung Pengembangan UMKM Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

“Program Kukar Idaman Terbaik ini adalah janji pemerintah kabupaten yang baru dan harus segera direalisasikan. Maka belanja daerah harus dikoreksi dan disesuaikan dengan program tersebut,” jelasnya.

ia juga menyoroti pentingnya menyelaraskan penggunaan dana sisa atau SILPA dari APBD 2024 dengan kebutuhan dalam APBD Perubahan 2025. Menurutnya, SILPA harus digunakan secara transparan dan akuntabel untuk mendukung program prioritas.

Selain itu, ia juga mengkritik ketidakhadiran sejumlah kepala OPD dan camat yang diundang untuk memberikan penjelasan dalam Rapat Paripurna DPRD.

“Kami sangat menyayangkan, padahal mereka adalah pihak paling bertanggung jawab atas penggunaan anggaran. Kalau Bupati dan Sekda saja bisa hadir, mengapa kepala dinas dan camat tidak?,” ucapnya.

Baca Juga :  Asisten II Setkab Kukar Menghadiri Kegiatan Upstream Oil And Gas Executive Meeting

Ia menegaskan, ke depan akan memberikan teguran keras kepada pejabat yang tidak menunjukkan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab publik.

“Kalau ada kepala OPD atau camat yang tidak mau hadir, kami minta agar segera diganti. Jangan hanya mau belanja, tapi tidak mau bertanggung jawab kepada rakyat,” tegasnya.

ia juga menyinggung soal pentingnya prioritas anggaran bagi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk gaji ASN, tenaga medis, guru, serta pegawai P3K. Ia menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran seperti yang pernah terjadi tidak boleh terulang kembali.

“Gaji ASN, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, itu wajib diprioritaskan. Jangan sampai kejadian kemarin terulang, di mana ada yang belum menerima gaji tepat waktu,” pungkasnya. (adv/dprd/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Berikan Bantuan kepada Nelayan, Tahun 2022 Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar Gelontorkan Belasan Miliar

Advertorial

Pemkab Kukar akan Berikan Bantuan Sebesar Rp3 Juta Untuk 1.900 Penyandang Disabilitas

Politik

Ganjar Pranowo Konsolidasi di Kutai Kartanegara, Temui Relawan hingga Sowan ke Sultan

Advertorial

SDN 003 Muara Kaman Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

Advertorial

Usai Dilantik DPRD Kutim Fokus Bahas Tata Tertib dan Pembentukan Fraksi

Advertorial

Tingkatkan Potensi Pemuda, Anggota DPRD Kukar Menggelar Turnamen Esport di Muara Muntai

Advertorial

SDN 018 Tenggarong Telah Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar Sejak Tahun 2022

Advertorial

Pjs Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Upaya Preventif Dalam Penanganan Stunting