Home / Olahraga dan Kesehatan / Pemerintah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Pasca Dugaan Keracunan MBG di Sebulu, Penanganan dan Evaluasi Dilakukan SPPG dan Dinas Kesehatan Kukar

Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Sebulu Ulu (Latif/Eksposisi)

Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Sebulu Ulu (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dugaan keracunan massal usai pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mendorong berbagai pihak melakukan langkah penanganan dan evaluasi.

Di satu sisi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebulu Ulu menegaskan telah menjalankan prosedur sesuai standar dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Di sisi lain, keluarga korban berharap kualitas program dapat diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Kepala SPPG Sebulu Ulu, Rahmatullah Ananda Putra, mengatakan selama pelaksanaan program pihaknya selalu bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

Menurutnya, koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan, puskesmas, kepolisian, TNI, hingga unsur lintas sektor lainnya agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan. Pascakejadian, koordinasi tersebut juga difokuskan pada percepatan penanganan dan pendalaman kasus.

“Kalau kami sesuai SOP bekerja sama dengan dinas terkait, seperti kesehatan, puskesmas, dan lintas sektor lainnya. Jadi kami saling bahu-membahu agar program ini berjalan lancar,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Dorong Seluruh Pihak Terlibat Dalam Pengembangan Wisata

Namun, Putra menegaskan dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan kebijakan di luar tugas operasional SPPG. Ia menyebut fokus utama saat ini adalah mendukung proses penanganan yang sedang berlangsung bersama instansi terkait.

Di sisi lain, salah seorang orang tua siswa yang terdampak, Nur Helva, mengungkapkan kondisi anaknya kini mulai membaik setelah sempat menjalani perawatan akibat mengalami muntah, pusing, sakit perut hingga sesak napas usai mengonsumsi menu MBG.

Meski tidak menginginkan program MBG dihentikan, ia berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga variasi menu yang disajikan kepada anak-anak.

“Silakan kalau programnya dilanjutkan, tapi tolong lebih teliti lagi. Kelayakan makanannya benar-benar diperiksa sebelum diberikan kepada anak-anak,” kata Nur Helva.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Muffidah, menegaskan bahwa fokus Dinas Kesehatan adalah memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis.

Baca Juga :  Ketua DPRD Menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Satreskoba Polres Kutim

Hingga Selasa (4/8/2026), tercatat sekitar 85 pasien, terdiri dari 82 orang menjalani rawat jalan dan tiga orang dirawat inap. Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan dengan kondisi yang secara umum tidak berat.

Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan telah mengamankan dua paket makanan utuh dan mengirimkannya ke Balai POM.

Selain itu, penyelidikan epidemiologi juga dilakukan dengan memeriksa bahan baku, proses pengolahan makanan, sanitasi dapur, hingga mewawancarai petugas yang terlibat dalam penyajian makanan.

Ismi meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab dugaan keracunan, termasuk mengaitkannya dengan salah satu jenis menu yang dikonsumsi para siswa.

Menurutnya, penyebab pasti baru dapat dipastikan setelah hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai POM diterima.

“Saya belum bisa menyimpulkan makanan yang mana sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Jangan sampai nanti menyesatkan. Jadi kami menunggu hasil laboratorium,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Kukar Soroti Dampak Kebijakan Subsidi BBM dan Listrik, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Pemerintah

Kukuhkan Kepala Adat di Tabang,Bupati Kukar Dukung Kelestarian Adat dan Budaya

Pemerintah

Pemkab Kukar Diberi Waktu 60 Hari Tindak Lanjuti Temuan BPK

Advertorial

DPRD Kutim Yakin Anggaran Bisa Terserap Optimal Hingga Akhir Tahun

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kutim Kecewa, Proyek Multi Years Tidak Sesuai Harapan

Advertorial

Optimalkan Penggunaan APBD, Pemkab Kutim Komitmen Alokasikan Belanja Daerah Tepat Sasaran

Advertorial

Sekretariat DPRD Kaltim Mengikuti Rakernis Pengembangan Kompetensi ASN Menuju Indonesia Emas 2045

Advertorial

Camat Berharap Pembangunan Bedungan Marangkayu Segera Terselesaikan