Home / Advertorial / Pemerintah / Serba Serbi

Kamis, 5 Oktober 2023 - 08:31 WIB

Mengulur Naga dan Belimbur Jadi Puncak Pesta Adat Erau 2023, Bupati Kukar Minta Masyarakat Junjung Tinggi Marwah Adat

Replika naga diarak dari Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Replika naga diarak dari Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Sepasang replika naga, dibawa dari Museum Mulawarman menuju Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggan dengan menggunakan kapal untuk dilarungkan ke Sungai Mahakam, pada Minggu (1/10/2023).

Prosesi Mengulur Naga ini merupakan salah satu dari puncak kemeriahan Pesta Adat Erau Pelas Benua 2023. Prosesi Ngulur Naga dan Belimbur merupakan salah satu ritual sakral dalam upacara Adat Erau.

Pada ritual ini, rombongan utusan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura akan mengarak sepasang replika naga laki dan naga bini untuk dilepaskan di Kutai Lama tempat asal muasal legenda sang naga tersebut.

Prosesi Mengulur Naga dengan mengarak sepasang replica naga dari Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura ata Museum Mulawarman, di Kecamatan Tenggarong menuju ke Desa Kutai Lama. Badan dari replika naga kemudian dilarung ke Sungai Mahakam di Kutai Lama, sementara kepala dan ekor replika naga akan disemayamkan kembali di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Setelah naga dilarungkan ke sungai yang kemudian sebagai tanda Belimbur dimulai. Belimbur tak hanya berlangsung di sekitar Museum Mulawarman tetapi juga terjadi di setiap sudut kota Tenggarong. Masyarakat saling menyiram air untuk membersihkan diri.

Ada syarat dalam kegiatan adat ini yakni masyarakat yang disiram tidak diperkenankan untuk marah dan semuanya harus basah dan riang gembira yang diartikan dalam Belimbur adalah pembersihan diri.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah dalam sambutan tertulisnya dibacakan Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, Belimbur merupakan proses upacara adat yang dilakukan untuk menyucikan diri Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura dari pengaruh jahat yang prosesinya diawali oleh Sultan dengan memerciki tubuhnya menggunakan Air Tuli (air suci dari perairan Kutai Lama) dengan Mayang Pinang, serta memerciki Air Tuli ke empat penjuru mata angin yang dilanjutkan dengan memercikkan air dengan tangannya kepada para kerabat serta orang-orang yang terdekat dengannya.

Baca Juga :  Dukung Program Jaminan Kesehatan Pekerja Rentan, Pemkab Kukar Meraih Penghargaan Paritrana Award 2023

Ritual ini dilakukan pula secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat dan para pengunjung untuk mendapatkan penyucian diri dan perlindungan diri dari unsur-unsur jahat, baik yang berwujud maupun tak berwujud.

Makna sakral dari puncak pelaksanaan Erau ialah agar Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura dan orang-orang di sekitarnya, serta rakyat Kutai Kartanegara secara umum mendapatkan keberkahan, keselamatan, dan terhindar dari malapetaka.

Hal ini dapat pula bermakna upaya Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura untuk menegakkan kebenaran, baik yang tersurat maupun tersirat, memiliki ikatan dengan kekuatan magis yang dipercayai dalam adat istiadat yang berkembang di wilayah Kukar serta memberi isyarat penerimaan pada pancaran kekuatan spiritual bagi siapapun yang mengikuti prosesi ritual adat Erau.

“Erau sebagai festival rakyat membuktikan kekayaan dan keragaman budaya yang dimiliki masyarakat Kutai Kartanegara secara khusus dan bangsa Indonesia secara umum,” ujar Edi Damansyah.

Erau tersebut merepresentasikan identitas bangsa Indonesia melalui kearifan lokal masyarakat Kukar serta bagaimana antusiasme masyarakat dalam merawat nilai-nilai adiluhung dari tradisi dan budaya yang dimilikinya.

Baca Juga :  Bupati Kukar Melantik 58 Pejabat Administrator dan Pengawas, Intruksikan Jajaran Langsung Turun ke Lapangan Tangani Kekeringan dan Karhutla

Menurutnya, Pesta Adat Erau bagi Pemkab Kukar merupakan ruang terbuka yang tersedia bagi masyarakat Kukar dalam menampilkan jati diri serta mengaktualisasikan seni dan budayanya guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kukar, terutama agar perekonomian masyarakat Kukar terus bergerak.

Selain itu, event Erau juga menjadi potensi penggerak peningkatan pariwisata di wilayah Kaltim serta akan menjadi citra eksklusif yang membanggakan bagi masyarakat Kaltim dan berdirinya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di wilayah Kaltim di masa yang akan datang.

Edi mengutip salah satu pasal dalam Undang-Undang (UU) Panji Selaten Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang menyebutkan bahwa.

“Siapa-siapa yang ada di Tanah Kutai dan teluk rantaunya, meminum air dan diam berusaha dalam daerahnya, tiada menjunjung akannya atau hukum ini, akan dihukum oleh Tanah Kutai serta adatnya,” kutipnya.

Guna menjaga kesakralan Pesta Adat Erau yang secara esensial merupakan ritual untuk memelas (tepong tawar) tanah, hutan, dan air agar rakyat mendapat kemakmuran dan kesejahteraan maka seyogianya setiap orang menjaga sikap kepatutan dalam prosesi ritual adat Mengulur Naga dan Belimbur ini.

“Saya meminta masyarakat untuk tetap menjaga dan junjung tinggi marwah adat Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan menjaga etika serta kaidah bersikap secara normatif dalam upacara Erau Adat Pelas Benua tahun 2023 ini, sehingga Erau dapat terlaksana dengan lancar, aman, dan tertib,” tutupnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Edi Damansyah Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru RSUD AM Parikesit

Ekonomi

Wabup Rendi Solihin Serahkan Bantuan Perikanan, Disambut Kebahagiaan Nelayan

Advertorial

Pemkab Kukar Akan Salurkan Bantuan Bagi Poklahsar dan Pokdakan

Advertorial

Beri Dukungan Bagi Peserta, Wakil Ketua DPRD Kaltim Menghadiri Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi dan Nasional

Pemerintah

Kukar Perkuat Ketahanan Budaya Dalam Menyongsong Transformasi IKN

Advertorial

Desa Kota Bangun III Manfaatkan Kolam Bekas Tambang Menjadi Objek wisata yang Ramai Pengunjung

Serba Serbi

Pererat Silaturahmi, Bubuhan Jurnalis Kukar Menggelar Pertandingan Billiard

Advertorial

DPMD Kukar Menggelar Rakor Lintas Sektor, Matangkan Persiapan BBGRM 2025