KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah menutup pendaftaran Program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik tahun 2026, pada 19 Juni lalu. Saat ini, seluruh berkas yang telah masuk sedang dilakukan verifikasi administrasi sebagai bagian dari proses seleksi sebelum penetapan penerima beasiswa.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Fathul Alamin, mengatakan penutupan pendaftaran telah sesuai dengan jadwal yang sebelumnya diperpanjang.
Awalnya, masa pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 6 Juni, namun diperpanjang hingga 19 Juni atas arahan Bupati Kukar.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil karena pada waktu yang bersamaan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kalimantan Timur (Kaltim) membuka Program Gratispol.
Di sisi lain, sejumlah kategori Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, khususnya Beasiswa Stimulan S1, masih belum memenuhi jumlah pendaftar sehingga diperlukan tambahan waktu agar kesempatan masyarakat memperoleh bantuan pendidikan semakin luas.
Setelah pendaftaran ditutup, Pemkab Kukar kini memfokuskan proses seleksi pada tahapan verifikasi administrasi yang berlangsung sejak 19 Juni hingga 7 Juli 2026.
Seluruh dokumen yang diunggah peserta melalui laman resmi diperiksa untuk memastikan kelengkapan persyaratan sebelum memasuki tahapan pemeringkatan.
“Tahap pertama adalah memastikan seluruh persyaratan administrasi lengkap, kemudian dilanjutkan dengan pemeringkatan sesuai kategori beasiswa yang diikuti peserta,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data yang diterima, jumlah proposal yang masuk mencapai 5.467 berkas dari berbagai kategori, mulai dari beasiswa jenjang SMA, Beasiswa Stimulan S1, hingga Beasiswa Prestasi Pondok Pesantren. Untuk beberapa kategori, jumlah pendaftar bahkan telah melampaui kuota yang disediakan pemerintah daerah.
Fathul menjelaskan, kuota Beasiswa Stimulan S1 tahun ini mencapai sekitar 2.900 penerima, Beasiswa Prestasi SMA sebanyak 200 penerima, serta Beasiswa Prestasi Pondok Pesantren sebanyak 75 penerima.
Setelah verifikasi selesai, peserta akan diperingkat berdasarkan ketentuan masing-masing kategori, baik melalui capaian akademik maupun prestasi nonakademik.
Meski demikian, masih terdapat satu kategori yang belum memenuhi target pendaftar, yakni Beasiswa Tematik Kesehatan. Dari total 155 kuota yang disediakan, jumlah pendaftar hingga saat ini masih berada di bawah 50 persen atau sekitar 70 orang.
Kondisi tersebut juga terlihat pada formasi dokter umum di Rumah Sakit Parikesit yang baru diikuti lima pendaftar dari sembilan kuota yang tersedia.
“Seluruh kategori beasiswa sudah memenuhi kuota, bahkan jumlah pendaftarnya melebihi kuota yang tersedia. Namun untuk Beasiswa Tematik Kesehatan, jumlah pendaftarnya masih belum mencapai target sehingga akan menjadi perhatian kami ke depan,” ungkapnya.
Ia menilai rendahnya minat pada beasiswa bidang kesehatan bukan disebabkan kurangnya sosialisasi.
Pemerintah Kabupaten Kukar telah melakukan penyebaran informasi hingga ke tingkat sekolah, kecamatan, dan RT.
Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada masih rendahnya rasa percaya diri sebagian pelajar, khususnya yang berasal dari luar Tenggarong, untuk bersaing masuk ke program studi kesehatan.
“Saat ini tersedia lima program studi di Universitas Mulawarman, yaitu dokter umum, dokter gigi, farmasi, keperawatan, dan kebidanan. Kami ingin semakin banyak putra-putri Kukar memanfaatkan kesempatan ini,” pungkasnya. (ltf/fdl)










