KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, memproyeksikan realisasi pendapatan daerah hingga akhir tahun anggaran 2026 akan mencapai sekitar 76 persen dari target yang telah ditetapkan.
Proyeksi tersebut disampaikan saat menyampaikan Laporan Realisasi Semester Pertama APBD dan Prognosis Enam Bulan Berikutnya Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna Ke-13 Masa Sidang III DPRD Kukar , pada Selasa (28/7/2026).
Dalam laporannya, Aulia menjelaskan bahwa APBD Kukar Tahun Anggaran 2026 disusun melalui mekanisme perencanaan yang berjenjang, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa hingga tingkat kabupaten.
Seluruh program pembangunan juga diselaraskan dengan visi dan misi daerah yang dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) serta Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah.
Ia memaparkan realisasi pendapatan daerah hingga Semester I Tahun Anggaran 2026 yang mencapai Rp2.617.476.559.623,38 atau 34,47 persen dari target pendapatan sebesar Rp7.593.272.208.557.
Pemerintah daerah memproyeksikan tambahan pendapatan pada enam bulan berikutnya sebesar Rp3.143.247.224.389,62.
“Berdasarkan perhitungan tersebut, realisasi pendapatan daerah hingga akhir Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 76 persen dari target anggaran yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Menurutnya, proyeksi tersebut disusun berdasarkan sejumlah indikator. Di antaranya tren realisasi pendapatan Kukar selama tiga tahun terakhir, target pendapatan transfer yang mengacu pada alokasi Pemerintah Pusat sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian APBN, serta penurunan pendapatan bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Pada sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 30 Juni 2026 telah terealisasi sebesar 31,66 persen dari target yang ditetapkan. Sementara pendapatan transfer mencapai Rp2.268.723.259.352 atau 36,30 persen dari target APBD.
Sementara itu, dari sisi belanja daerah, realisasi Semester I Tahun Anggaran 2026 mencapai 32,60 persen dari total anggaran setelah adanya penambahan pinjaman daerah dari Bankaltimtara. Dengan tambahan pembiayaan tersebut, total APBD Kukar meningkat dari Rp7,593 triliun menjadi Rp8.083.272.208.557.
Realisasi belanja operasi yang meliputi belanja pegawai, barang dan jasa, subsidi, hibah, hingga bantuan sosial telah mencapai 31,52 persen dari pagu anggaran sebesar Rp5,853 triliun.
Sedangkan belanja modal terealisasi sebesar Rp545,29 miliar atau sekitar 36 persen dari total anggaran belanja modal sebesar Rp1,504 triliun.
Selain itu, Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp10 miliar hingga Semester I belum digunakan.
Namun pemerintah daerah telah merencanakan anggaran tersebut untuk pembangunan kembali Sekolah Dasar yang mengalami kebakaran di Kecamatan Loa Janan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung pada tahun ini.
“Belanja Tidak Terduga tersebut direncanakan akan dimanfaatkan untuk penanganan Sekolah Dasar yang mengalami kebakaran di wilayah Loa Janan, sehingga proses pembangunan dapat dilaksanakan pada tahun ini dan para siswa dapat kembali bersekolah pada tahun yang sama,” jelasnya.
Aulia juga menyampaikan bahwa realisasi belanja daerah sebesar Rp2.635.378.341.264,70 telah mencakup pembayaran kewajiban kepada pihak ketiga atau utang Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp819.582.307.637,37.
Adapun selisih dari total anggaran pembayaran utang terjadi karena masih terdapat pihak ketiga yang belum mengajukan penagihan, serta sejumlah pembayaran yang masih menunggu penyelesaian administrasi meskipun proses reviu telah selesai.
Di tengah kondisi fiskal yang mengalami penurunan, Aulia menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan program pembangunan dan menjaga kesejahteraan masyarakat.
“Meskipun kondisi anggaran daerah secara keseluruhan mengalami penurunan, melalui forum yang terhormat ini kami menegaskan kepada seluruh pihak, termasuk anggota DPRD, agar tidak meragukan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ltf/fdl)










