Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Kamis, 16 November 2023 - 17:30 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Tanggapi Angka Kemiskinan Kaltim Dibawah Rata-Rata Nasional

Puji setyowati - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

Puji setyowati - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Persentase penduduk miskin Kaltim masih di bawah rata-rata nasional, dimana nasional tercatat angka kemiskinan 9,36 persen dan Kaltim 6,11 persen. Sementara provinsi dengan angka kemiskinan terendah ada di Bali sebesar 4,25 persen dan tertinggi Papua 26,03 persen.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Puji Setyowati memberikan tanggapan terkait angka kemiskinan di Kaltim. Menurutnya tingkat kemiskinan ini di tahun 2022 sempat turun sekitar 0,6 persen dan tahun ini mulai naik lagi.

Meski persentase penduduk miskin Kaltim masih di bawah rata-rata nasional, yakni di nasional tercatat angka kemiskinan 9,36 persen dan Kaltim 6,11 persen. Sementara provinsi dengan angka kemiskinan terendah ada di Bali sebesar 4,25 persen dan tertinggi Papua 26,03 persen.

Baca Juga :  DPRD Kaltim Menggelar Rapat Paripurna, Tujuh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Soroti Isu Strategis

“Indikatornya banyak ya, apakah karena adanya PHK baru, ataukah memang kurangnya lapangan pekerjaan yang disediakan, ataukah ada inflasi harga melambung tinggi sehingga daya beli masyarakat tidak mampu lagi,” kata Puji Setyowati.

Menurutnya saat ini yang perlu dibangun adalah lapangan pekerjaan, maka hal itu yang harus dibangun dan benahi.

“Kita mendorong kepada pemerintah untuk menggarap hilirisasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan,  bahwa Kaltim memiliki potensi tanaman seperti pisang, singkong dengan kualitas yang bagus, tetapi begitu dipanen, dikirim keluar pulau. Lalu kemudian setelah pisang dan singkong  itu dibuat berbagai produk, hasil olahannya dikirim kembali ke pasar-pasar Kaltim.

“Saat masih bahan baku dibeli mereka di Kaltim 50 ribu rupiah, tapi setelah diolah harganya jadi 5 juta rupiah,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa untuk mewujudkan hilirisasi itu agar bisa mendirikan pengolahan-pengolahan sesuai dengan sumber daya alam yang ada di Kaltim, tujuannya yakni untuk mengurangi angka kemiskinan.

Baca Juga :  Festival Kutai Adat Lawas Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil Upaya Menjaga Tradisi dan Budaya

“Kalau pemerintah berkomitmen mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah yang kaya raya akan sumber daya alam ini, harus konsekuen hilirisasi diciptakan untuk lapangan pekerjaan dengan mendirikan pabrik pengolahan,” jelasnya.

Selain itu perbaikan infrastruktur yang tidak dipenuhi dengan baik juga salah satu penyebab kemiskinan.

“Dia menanam cabe di hulu sana, mau dibawa ke pasar, tetapi jalannya dari rumah menuju pasar biayanya melebihi harga cabe,” terangnya

Ia pun berharap APBD yang ada dipergunakan untuk infrastruktur dan konektivitas dibenahi, bukan hanya yang ada di perkotaan tetapi mencakup dan menjangkau masyarakat di desa-desa. (adv)

Share :

Baca Juga

Hukum - Kriminal

Satpol PP Kukar Akan Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan

Infrastruktur

Sejumlah Ruas Jalan Berlubang di Tenggarong Akan Diperbaiki Dinas PU Kukar Secara Bertahap

Advertorial

Assisten II Setkab Kukar Hadiri Penanaman Hutan Rakyat di Kecamatan Loa Kulu

Pemerintah

Komisi IV DPRD Kukar Menggelar RDP, Membahas Penerimaan PPPK Tenaga Pendidikan dan Kesehatan

Advertorial

Banyak Kerjakan Proyek Strategis, Dinas PU Kukar Dapat Anggaran Tambahan Rp900 Miliar

Pemerintah

Peringatan Hardiknas 2026, Bupati Kukar Tekankan Pemerataan Pendidikan

Advertorial

Jelang Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Pemerintah Kecamatan Muara Kaman Sudah Melakukan Persiapan

Advertorial

Seluruh Jenjang Pendidikan di Kukar Diharap Terapkan Sekolah Sehat, Disdikbud Gelar Pelatihan