KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pembangunan jembatan baru di Sungai Tenggarong resmi dimulai dengan dilakukannya prosesi Tepong Tawar, dan peletakan batu pertama oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah bersama Sultai Kutai Kartanegara ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin, di sekitar Jembatan Besi Tenggarong, pada Senin (21/4/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Kukar menanggapi rencana rehabilitasi Jembatan Besi yang sebelumnya sempat mengalami kendala dalam tahap perencanaan.
Menurutnya, kajian yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) belum menyeluruh, hanya mencakup aspek teknis konstruksi tanpa memperhatikan aspek sosiologis dan nilai historis.
“Padahal setelah ditelusuri, Jembatan Besi sudah termasuk dalam cagar budaya dan memiliki nilai sejarah yang penting bagi masyarakat dan Kesultanan Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya perencanaan yang komprehensif dengan data yang lengkap agar tidak terjadi kesalahan serupa di masa depan. Ia mengingatkan Dinas PU agar menjadikan hal ini sebagai pelajaran berharga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa grand design pembangunan Kota Tenggarong telah ditetapkan, dengan visi sebagai kota budaya.
“Hal ini sejalan dengan karakter historis kawasan tersebut. Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan akan dilakukan secara bertahap dengan tetap konsisten pada perencanaan,” ucapnya.
Bupati menyebutkan, Kabupaten Kukar yang memiliki luas wilayah sekitar 27.263 km persegi dengan 193 desa, 44 kelurahan di 20 kecamatan memang menghadapi tantangan besar dalam hal konektivitas antarwilayah.
“Oleh karena itu, penentuan prioritas pembangunan infrastruktur menjadi hal yang sangat sensitif,” katanya.
Ia juga menanggapi kritik dari wilayah pesisir yang merasa belum mendapat perhatian yang seimbang. Untuk itu, beberapa tokoh dari pemerintah kecamatan dan kelurahan telah diajak untuk melihat langsung kondisi infrastruktur di wilayah ulu sebagai bentuk edukasi dan penyamaan persepsi.
“Saya berharap pembangunan jembatan yang akan segera dimulai ini dapat berjalan sesuai jadwal,” harapnya.
Ia menekankan pentingnya pengawasan oleh Dinas PU agar tidak terjadi keterlambatan seperti proyek-proyek sebelumnya yang terhambat karena masalah teknis maupun finansial dari pihak kontraktor.
“Saya meminta dukungan doa dari masyarakat dan Sultan Kutai agar pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi konektivitas dan pertumbuhan wilayah Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (adv/diskominfo/kukar)










