Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Jumat, 9 Mei 2025 - 20:54 WIB

Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil Resmi Dimulai

Pembukaan Festival Kutai Adat Lawas Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil

Pembukaan Festival Kutai Adat Lawas Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil secara resmi dimulai, moment ini merupakan budaya rutin masyarakat Desa Kedang Ipil dalam merayakan panen padi.

Festival Budaya ini dibuka oleh Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, bersama Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Puji Utomo, dan Kepala Desa (Kades) Kedang Ipil, Kuspawansyah, berlangsung di Halaman Balai Adat Desa Kedang Ipil, pada Jumat (9/5/2025).

Dalam sambutan Bupati Kukar, Edi Damansyah, yang dibacakan Julkifli, menyampaikan bahwa acara adat istiadat ini memiliki makna yang sejatinya berakar kuat pada tradisi warisan leluhur yang telah dijaga secara turun-temurun.

“Namun, seiring berjalannya waktu dan melihat potensi unik yang dimilikinya, festival ini kini tengah bertransformasi menjadi sebuah event pariwisata lokal yang mampu menarik perhatian masyarakat luas,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkab Kukar memandang penyelenggaraan festival ini dengan optimisme tinggi. Festival ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya dan adat istiadat, melainkan juga mampu menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat setempat, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Baca Juga :  Mudahkan Pelayanan Bagi Masyarakat, Dishub Kukar Melakukan Uji KIR Keliling di Kembang Janggut

Melalui ritual Nutuk Beham, budaya Kutai Adat Lawas dimaknai sebagai budaya agraris spiritual. Budaya ini sangat menghargai leluhur dan tradisinya, menjunjung keselarasan dengan alam, serta berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan kolektif.

“Hal ini tercermin dari kehidupan masyarakat Desa Kedang Ipil yang erat kaitannya dengan siklus pertanian, khususnya penanaman padi,” ujarnya.

Nutuk Beham sendiri merupakan ritual yang dilakukan pada awal panen raya dengan prosesi menumbuk gabah. Ini menunjukkan bahwa pertanian bukan sekadar mata pencaharian, tetapi juga menjadi inti dari identitas budaya dan sosial masyarakat Desa Kedang Ipil.

“Metode bercocok tanam secara tradisional pun memperkuat citra masyarakat yang hidup selaras dengan alam, meskipun hasilnya hanya untuk konsumsi sendiri,” jelasnya.

Jukifli juga menyampaikan bahwa Pemkab Kukar menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.

Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah dorongan untuk menjaga keberlangsungan budaya adat Nutuk Beham yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat.

“Pelestarian ini dipandang krusial, tidak hanya untuk mempertahankan warisan leluhur dari kepunahan, tetapi juga sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Kutai yang patut diwariskan kepada generasi mendatang,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Kantor Kecamatan Kota Bangun Darat Bakal Segera Dikerjakan, Lokasinya di Desa Kedang Ipil

Pemkab Kukar memandang festival budaya adat Nutuk Beham sebagai platform strategis yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dinas Koperasi UKM diharapkan dapat mengoptimalkan promosi produk-produk lokal yang dihasilkan oleh masyarakat wilayah ini.

“Tujuannya jelas, meningkatkan visibilitas dan daya saing produk-produk UMKM Kabupaten Kukar agar mampu bersaing, bahkan unggul, dibandingkan produk dari luar daerah. Pada akhirnya, hal ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Diharapkan melalui rangkaian acara ini akan tercipta sinergi yang kuat antar masyarakat.

Festival ini juga diharapkan mampu merekatkan kembali ikatan sosial di antara seluruh warga tanpa memandang perbedaan etnis, suku, maupun agama.

Sinergi dan ikatan sosial yang erat tersebut diharapkan dapat mewujudkan kondisi masyarakat yang selaras, serasi, tenteram, dan rukun.

“Kondisi sosial yang positif ini akan menjadi fondasi kuat yang secara langsung menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Kedang Ipil dan sekitarnya,” tutupnya. (adv/disdikbud/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Malam Grand Final Duta Budaya Sadi Sengkaka 2025 Berlangsung Meriah

Advertorial

Perlindungan Sosial Jadi Pilar Dedikasi Kukar Idaman Menuju Masyarakat Sejahtera

Infrastruktur

Buka Ruang Dialog dan Tampung Aspirasi Masyarakat, Pemkab Kukar Siapkan Portal “Kukar Idaman Terbaik”

Advertorial

Cuaca Ekstreme di Sejumlah Wilayah Kukar, Sekda Imbau Waspada Banjir dan Longsor

Advertorial

Asisten III Setkab Kukar Melepas Peserta TCRF 2024 yang Diinisiasi Dispar

Advertorial

Desa Purwajaya Utamakan Peningkatan Infrastruktur Sesuai yang Tercantum Dalam RPJMD

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kukar Berkomitmen Mendukung Peningkatan Kesejahteraan Petani Sawit

Advertorial

Asisten I Setkab Kukar Membuka Lomba Gerak Jalan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96