KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Giaz menyampaikan kekecewaannya terkait janji PT Pertamina Patra Niaga yang hingga kini belum direalisasikan, semenjak diucapkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kaltim beberapa waktu lalu.
Pertamina sempat menyatakan kesiapannya membuka bengkel khusus bagi warga yang motornya rusak usai mengisi BBM dari SPBU, yang diduga tidak sesuai spesifikasi. Tapi publik justru dibiarkan menunggu tanpa kejelasan. Lokasi bengkel, alur klaim, hingga teknis pelaksanaan layanan tak pernah diumumkan secara resmi.
Abdul Giaz menilai Pertamina tidak transparan dan terkesan hendak lepas tangan dari tanggung jawab yang sebelumnya telah diumumkan di forum resmi.
“Kalian jangan bohongi masyarakat Kaltim. Mana bengkel gratis yang kalian janjikan? Jangan sampai kami di DPRD dianggap bersekongkol dengan Pertamina dan Pemprov,” ujar Abdul Giaz.
Ia menyebut, ada informasi yang beredar bahwa bengkel resmi telah ditunjuk. Namun, tanpa pengumuman terbuka, informasi itu malah menciptakan kebingungan baru.
“Saya sendiri bingung. Katanya ada bengkel gratis, tapi tidak ada pemberitahuan resmi. Warga tidak tahu, kami di DPRD pun tidak dapat informasi,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa DPRD sudah beberapa kali menghubungi Pertamina, namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Ia menegaskan, DPRD akan terus mendesak realisasi janji tersebut agar masyarakat tidak menjadi korban dua kali.
“Pertama oleh buruknya kualitas BBM, dan kedua oleh janji kosong yang gagal ditepati,” pungkasnya. (adv/dprd/kaltim)










