Home / Pemerintah / Politik

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:59 WIB

Bupati Kukar Sebut Pilkada Lewat DPRD Bukan Isu Krusial, Tekankan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Aulia Rahman Basri - Bupati Kukar (Latif/Eksposisi)

Aulia Rahman Basri - Bupati Kukar (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD yang belakangan ramai diperbincangkan mendapat tanggapan dari Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri.

Menurutnya, mekanisme pemilihan, baik secara langsung oleh rakyat maupun melalui DPRD, bukanlah persoalan yang terlalu krusial jika dilihat dari perspektif pelayanan kepada masyarakat.

“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana masyarakat benar-benar bisa merasakan program-program pemerintah dan kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, proses pemilihan kepala daerah hanya berlangsung dalam waktu singkat. Sementara yang jauh lebih penting adalah bagaimana pemerintahan berjalan setelah pemilihan tersebut.

“Prosesi pemilihan ini kan cuma sebentar saja, tetapi yang lebih lama itu adalah bagaimana kita menjalani pasca pemilihan,” katanya.

Baca Juga :  Serahkan Bantuan Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas, Bupati Kukar Pastikan Beri Perhatian Kelompok Rentan

Menurutnya, jika berbicara soal efisiensi anggaran dan efektivitas, pemilihan kepala daerah melalui DPRD bisa menjadi opsi yang lebih efisien. Namun demikian, hal itu harus dibarengi dengan jaminan bahwa DPRD benar-benar merupakan representasi rakyat.

“Yang harus kita kawal adalah DPRD-nya ini betul-betul dipilih oleh masyarakat. Ada proses yang terkoneksi antara pemilihan legislatif dan pemilihan eksekutif, sehingga tidak terpisah dan parsial,” jelasnya.

Ia menggambarkan, jika pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD, maka DPRD harus turun langsung ke masyarakat untuk melakukan penjaringan aspirasi. Dengan begitu, keputusan yang diambil tetap berangkat dari kehendak rakyat.

Menanggapi kekhawatiran sebagian pihak terkait potensi praktik manipulasi atau penyimpangan, Aulia menilai hal tersebut sangat bergantung pada perspektif dan sistem yang diterapkan.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Soroti Terkait Aliran Listrik yang Belum Masuk Desa Senambah

Ia bahkan menyebut, menolak pemilihan melalui DPRD sama halnya dengan mendelegitimasi suara rakyat yang telah memilih anggota DPRD.

“Ketika masyarakat memilih anggota DPRD, di situ juga ada mandat yang dititipkan. Termasuk mandat untuk memilih kepala daerah jika mekanismenya memang melalui DPRD,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa isu utama yang seharusnya menjadi perhatian bersama bukanlah soal mekanisme pemilihan, melainkan bagaimana pemerintah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, anggaran yang ada seharusnya difokuskan pada pemenuhan hak-hak dasar warga.

“Sejauh apa sekolah bisa kita perbaiki, rumah sakit bisa kita perbaiki, puskesmas bisa kita perbaiki. Ini yang menurut saya jauh lebih penting untuk dipikirkan,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

Proyek Pembangunan Landasan Pacu Bandara IKN Memasuki Tahap Akhir

Advertorial

Dorong Kewirausahaan Bidang Kuliner Disperindag Kutim Menggelar Pelatihan Tata Boga

Advertorial

Sekda Kukar Sampaikan Keinginan Bupati Saat Menghadiri Forum Lintas OPD

Advertorial

Expo Pesta Adat Erau 2023 Resmi Ditutup, Bupati Kukar Sebut Pelaksanaan Tahun Ini Fokus Libatkan Pegiat Seni Lokal

Advertorial

Menjelang Pilkada Serentak 2025 KPU Kutim Menggelar Jalan Sehat, Bagian dari Sosialisasi Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Advertorial

DPRD Kutim Menggelar Acara Seru di Pantai Teluk Lombok, Lomba Asen Naga Salah Satunya

Advertorial

Kebangpol Kukar Hadiri Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Prihatin Terkait Masalah Infrastruktur di Wilayah Pedesaan