KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kepala Desa Kembang Janggut, Ardiansyah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama PT Rea Kaltim atas realisasi program usaha produktif yang mulai diserahkan kepada desa sebagai bagian dari kewajiban perusahaan.
Ia berharap, penyerahan unit usaha produktif ini menjadi awal yang baik bagi hubungan perusahaan dan desa, serta membuka peluang hadirnya program-program lanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan adanya penyerahan ini akan ada program-program lain yang nantinya bermuara kepada kesejahteraan warga Desa Kembang Janggut,” ucapnya pada Rabu (11/02/2026).
Terkait atensi dan penegasan dari Bupati Kukar agar program tersebut dikawal secara maksimal, Ardiansyah menegaskan pihak desa siap menjalankan arahan tersebut. Ia memastikan pemerintah desa akan mengawal pelaksanaan program, terutama dalam upaya pemenuhan hak masyarakat.
“Kami akan selalu kawal program ini. Utamanya sebenarnya kami itu lahan. Karena keterbatasan lahan di Kembang Janggut, maka kami ambil program dalam bentuk lain. Tapi yang kami utamakan tetap kebun,” tegasnya.
Menurutnya, skema ideal yang diharapkan desa adalah sekitar 75 hingga 80 persen dalam bentuk kebun sawit, sementara sisanya dapat dikonversi ke program usaha produktif seperti penyewaan unit kendaraan maupun alat berat.
Ia mengungkapkan, sesuai rencana yang telah disepakati, ke depan tidak hanya kendaraan roda empat yang disewakan, namun juga berpotensi bertambah ke unit lain seperti truk dan alat berat.
Terkait target lahan, ia menyebut bahwa berdasarkan perhitungan awal, kewajiban pembangunan kebun oleh PT Rea Kaltim mencapai sekitar 900 hektare. Namun hingga saat ini baru terealisasi sekitar 113 hektare.
“Artinya masih tersisa 800 hektare lebih. Harapan kami nanti sekitar 500 sampai 600 hektare bisa untuk kebun, sisanya baru kami gunakan untuk unit usaha produktif,” pungkasnya. (ltf/fdl)










