KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukanpelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional di lingkungan Pemkab Kukar, bertempat di Pendopo Odah Etam Tenggarong, pada Jumat (8/5/2026).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan bahwa pelantikan ini sebagai bagian dari upaya penyegaran birokrasi dan penguatan pelayanan publik di lingkungan pemerintahan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 pejabat dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Beberapa pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik di antaranya Muhammad Iriyanto sebagai Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Slamet Hadiraharjo sebagai Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Ismi Mufiddah sebagai Kepala Dinas Kesehatan, serta Mauritz Silalahi sebagai Direktur RSUD AM Parikesit.
Aulia mengatakan, pelantikan dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi pemerintahan sekaligus memastikan roda birokrasi berjalan optimal dalam mendukung program pembangunan daerah.
“Hari ini kita melantik 19 orang, 18 orang pejabat struktural dan satu orang pejabat fungsional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pejabat yang dilantik berasal dari jenjang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat administrator eselon III, hingga pejabat pengawas eselon IV. Menurutnya, penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan kompetensi masing-masing aparatur.
Aulia mengungkapkan bahwa, untuk pertama kalinya Pemkab Kukar melantik pejabat yang diseleksi melalui mekanisme manajemen talenta. Dari proses tersebut, dua jabatan strategis berhasil ditetapkan melalui manajemen talenta, yakni Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD AM Parikesit.
Menurut Aulia, sistem manajemen talenta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kukar untuk mengembangkan karier sesuai kemampuan dan kompetensi masing-masing.
“Dengan manajemen talenta, seluruh ASN memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan jenjang karier sesuai bidang yang ditekuni,” jelasnya.
Diharapkan penerapan manajemen talenta dapat mendorong seluruh ASN terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing dan mengikuti seleksi jabatan di berbagai posisi pemerintahan. (ltf/fdl)










