Home / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 17:45 WIB

Atasi Kekosongan Dokter di Pelosok, Pemkab Kukar akan Naikkan Insentif Melalui Revisi Perbup

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) masih berupaya mengatasi kekosongan tenaga dokter di wilayah pelosok. Salah satunya yakni Kecamatan Tabang, yang Puskesmasnya tidak memiliki dokter selama hampir satu tahun. Berbagai langkah strategis kini disiapkan untuk memastikan layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya masih berusaha mencari dokter yang bersedia ditempatkan di wilayah tersebut. Kondisi geografis dan keterbatasan akses menjadi tantangan utama dalam pemenuhan tenaga medis di daerah itu.

“Hari ini salah satu upaya yang kita lakukan adalah merevisi peraturan bupati terkait dengan insentif dokter non-ASN untuk menaikkan pembiayaannya,” ujar Aulia Rahman Basri beberapa waktu yang lalu..

Menurutnya, peningkatan insentif menjadi langkah jangka pendek yang dinilai paling memungkinkan untuk menarik minat dokter. Hal ini mengingat masih rendahnya ketertarikan tenaga medis untuk bertugas di wilayah terpencil.

Baca Juga :  Silaturahmi Bersama Masyarakat, Bupati Kukar Safari Subuh di Kerahan Bukit Biru

Ia menilai, perbandingan antara beban kerja dan penghasilan yang diterima menjadi salah satu alasan utama. Terlebih, dokter yang telah menempuh pendidikan selama bertahun-tahun tentu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan lokasi pengabdian.

“Kalau kita bandingkan dengan gaji di kota memang kelihatan tinggi, tetapi kalau melihat effort orang untuk datang ke sana, itu yang menjadi pertimbangan. Ini yang menjadi tantangan kita sekarang,” jelasnya.

Selain solusi jangka pendek, Pemkab Kukar juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan mendorong putra-putri daerah Tabang untuk menempuh pendidikan kedokteran. Upaya ini dinilai sebagai solusi berkelanjutan dalam mengatasi kekurangan tenaga medis.

Bupati menegaskan bahwa pengalaman di beberapa wilayah menunjukkan keberhasilan pendekatan tersebut. Daerah yang memiliki dokter asli setempat cenderung lebih stabil dalam pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Kaltim akan Bekerjasama dengan Jepang Terkait Pengelolaan Sampah Laut

“Saya selalu sampaikan, jangan berharap permasalahan dokter di Tabang itu selesai kalau bukan anak Tabang yang menjadi dokter,” ungkapnya.

Di sisi lain, untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, Pemkab Kukar melalui Dinas Kesehatan telah menerapkan sistem telemedisin. Melalui sistem ini, perawat terlatih melakukan pemeriksaan pasien yang kemudian dipantau oleh dokter dari wilayah terdekat.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan tenaga dokter di lapangan. Pemerintah juga terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung sektor kesehatan di daerah terpencil.

“Kami juga sudah menginisiasi dengan Bayan Group untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak Tabang, serta berkoordinasi dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Mulawarman agar mereka bisa masuk ke fakultas kedokteran,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid Makan Bersama Ribuan Warga Saat Beseprah

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Kerusakan Hutan Akibat Banyaknya Aktivitas Perusahaan

Advertorial

Plt Camat Kota Bangun Apresiasi Kunjungan Menteri LHK ke Desa Pela, Dukung Pelestarian Pesut Mahakam

Advertorial

Dispora Kukar Menggelar LKBB Kartanegara Kaltim Open 2025, Sebagai Sarana Pengembangan Pemuda

Advertorial

DPRD Kutim Akan Menjalankan Empat Agenda Utama pada Bulan Juni 2024

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Dorong Keterlibatan Sektor Swasta Bantu Memperkuat Ketahanan Pangan

Pendidikan-Kesehatan

Momentum Toleransi Antarumat, Kemeriahan Pawai Ogoh-ogoh Saat Bulan Ramadan di Tenggarong

Advertorial

Dinkes Kutim Kolaborasi Bersama Puskesmas di Kota Padang Panjang Terkait Penanganan PTM dan TBC