KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kecamatan Kota Bangun menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI) ke Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam Kunjungan tersebut turut mendampingi Menteri Gubernur Kalimantan Timur dan Bupati Kukar.
Menurut Plt Camat Kota Bangun, Abdul Karim, kunjungan ini memiliki tujuan utama untuk mendukung pelestarian hewan langka yang menjadi ikon Sungai Mahakam, yakni pesut mahakam atau nama latinnya Orcaella brevirostris.
Ia menyampaikan bahwa populasi pesut saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 60 ekor, sehingga perlu perhatian dan langkah bersama untuk menjaga keberadaannya agar tidak punah.
“Pak Menteri sangat mendukung program pelestarian pesut yang dilaksanakan di Desa Pela, khususnya melalui Pokdarwis yang diketuai oleh Pak Alimin,” jelasnya pada Jumat (4/07/2025).
Ia menjelaskan, bahwa Menteri LHK menekankan pentingnya peningkatan populasi pesut mahakam sebagai salah satu prioritas utama.
Ia menegaskan pemerintah daerah telah berkomitmen untuk terus menjaga ekosistem Sungai Mahakam di wilayah tersebut.
Menurutnya, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembatasan penggunaan bahan-bahan pencemar lingkungan di sekitar jalur habitat pesut, seperti pelarangan pembuangan sampah plastik ke sungai.
Selain itu, kendaraan air cepat seperti speedboat juga diminta untuk mengurangi kecepatan saat melintasi wilayah sungai yang menjadi habitat pesut demi mencegah gangguan terhadap satwa dan masyarakat pesisir sungai.
“Kami imbau agar pengendara speedboat tidak memacu gas terlalu tinggi saat memasuki wilayah sungai, karena dapat mengganggu pesut maupun masyarakat yang memiliki keramba ikan di sepanjang pesisir,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh rombongan termasuk Menteri Lingkungan Hidup menggunakan longboat sebagai bentuk simbolik dukungan terhadap pelestarian ekosistem Mahakam.
“Kami Pemerintah Kecamatan Kota Bangun berharap dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat dan provinsi, program pelestarian pesut mahakam dapat semakin maksimal dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/diskominfo/kukar)










