Home / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Jumat, 24 April 2026 - 08:27 WIB

Festival Budaya Kutai Adat Lawas “Nutuk Beham” Dibuka, Bupati Kukar Berkomitmen Terus Melestarikan Tradisi

Pembukaan Festival Budaya Kutai Adat Lawas “Nutuk Beham” (Latif/Eksposisi)

Pembukaan Festival Budaya Kutai Adat Lawas “Nutuk Beham” (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri membuka Festival Budaya Kutai Adat Lawas “Nutuk Beham” di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, pada Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan pelestarian tradisi masyarakat Kutai dalam mensyukuri hasil panen padi yang didapat.

Pelaksanaan tradisi ini berlangsung dengan melibatkan masyarakat setempat yang secara turun-temurun menjaga ritual adat tersebut sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Suasana kebersamaan tampak dalam setiap tahapan proses yang dijalankan secara tradisional.

Aulia Rahman Basri, mengatakan bahwa Nutuk Beham merupakan salah satu kekayaan adat istiadat yang harus terus dilestarikan. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki makna mendalam bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, tradisi ini menjadi simbol dari proses panen padi yang dilakukan masyarakat. Mulai dari tahap awal hingga menghasilkan beras yang siap dikonsumsi.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Sosialisasikan SK Tim Identifikasi Lahan di Areal HGU PT Budiduta Agromakmur

“Ini merupakan simbolik dari proses panen padi, bagaimana masyarakat mengolah padi hingga menjadi beras yang nantinya digunakan sebagai bahan makanan,” jelasnya.

Dalam prosesnya, masyarakat terlebih dahulu melakukan sangrai atau memanaskan padi di atas tungku berbahan kayu bakar. Setelah itu, padi yang telah dipanaskan kemudian ditumbuk menggunakan lesung hingga menghasilkan beras.

“Setelah disangrai, padi itu ditumbuk di lesung hingga berasnya keluar, dan itulah yang digunakan untuk dimasak sebagai bahan makanan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Kukar berkomitmen menjaga keberlangsungan tradisi tersebut agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kami dari pemerintah daerah berkomitmen agar kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk pelestarian adat istiadat,” tegasnya.

Baca Juga :  MHU Tegaskan Komitmen Dukung Masyarakat Lingkar Tambang Lewat Program PPM

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, tetapi juga pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga identitas lokal.

Ia juga berharap ke depan kegiatan Nutuk Beham dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerahnya sendiri.

“Kami berharap ke depan ada mobilisasi anak-anak sekolah untuk bisa melihat langsung aktivitas Nutuk Beham ini,” katanya.

Dengan adanya keterlibatan generasi muda, diharapkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi ini dapat terus diwariskan dan tidak tergerus oleh modernisasi.

“Ini penting agar generasi penerus kita memahami dan mencintai budaya daerahnya,” tutupnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Tiga Paripurna DPRD Kukar Dilaksanakan Secara Maraton, Bupati Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp5,4 Triliun

Advertorial

Persiapan Pemekaran Wilayah Kelurahan Loa Ipuh Terus Dikebut, Progresnya Mencapai 90 Persen

Advertorial

Beri Dukungan Bagi Pemuda, Dispora Kutim Menggelar Festival Kreatifitas Pemuda

Infrastruktur

Ketua DPRD Kukar Menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mako Pasukan Pelopor II Brimob

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Kecewa Terhadap Kinerja Kontraktor Proyek Jembatan Penghubung Desa Sepaso Selatan dan Sepaso Timur

Advertorial

Camat Tenggarong Apresiasi Penyelenggaraan Festival Ramadan Kelurahan Maluhu

Advertorial

Disdikbud Kukar Terus Berupaya Melestarikan Cagar Budaya

Bisnis

Dugaan Pelanggaran UMSK Masih Terjadi di Sejumlah Perusahaan di Kukar, DPRD dan Pemkab Dorong Pengawasan dan Penindakan