KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melantik 127 kepala sekolah dan sejumlah pejabat fungsional di lingkungan pemerintah daerah, di Pendopo Odah Etam Tenggarong, pada Kamis (9/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi langkah pemerintah daerah dalam mengisi kekosongan jabatan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan, khususnya di sektor pendidikan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pelantikan kepala sekolah dilakukan secara bertahap karena harus melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Dari total 207 posisi kepala sekolah yang masih kosong di Kukar, baru 127 orang yang telah memenuhi seluruh persyaratan sehingga dapat dilantik.
Menurut Aulia, setiap calon kepala sekolah wajib melewati dua tahapan penting sebelum memperoleh surat keputusan pengangkatan. Tahapan tersebut diawali dengan pertimbangan teknis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), kemudian dilanjutkan dengan verifikasi teknis oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kenapa ini tertunda? Karena memang untuk menempatkan seseorang menjadi kepala sekolah ada dua mekanisme yang harus dilewati. Yang pertama adalah pertimbangan teknis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Setelah lolos di sana, dilakukan lagi verifikasi teknis di BKN. Kalau sudah lolos dari BKN, baru bisa kita lantik sebagai kepala sekolah,” ujar Aulia.
Selain kepala sekolah, Pemkab Kukar juga melantik pejabat fungsional dari berbagai organisasi perangkat daerah. Pengangkatan pejabat fungsional dilakukan berdasarkan kompetensi masing-masing aparatur yang telah mengikuti dan lulus uji kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Aulia berharap pelantikan tersebut mampu memperkuat struktur organisasi pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan kita dengan melengkapi struktur yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara ini, lebih memperkuat jajaran struktural yang ada di pemerintah daerah dan memperkuat kompetensi teman-teman di jabatan fungsional, sehingga proses berjalannya pemerintahan di Kabupaten Kukar bisa berjalan dengan lebih baik,” ucapnya.
Kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, Aulia berpesan agar mampu menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan di Kukar. Menurutnya, pemerintah daerah saat ini memfokuskan penguatan pendidikan pada tiga sektor utama, yakni peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, penyediaan sarana dan prasarana sekolah, serta pembenahan tata kelola pendidikan.
“Penguatan pendidikan kita ada di tiga sektor. Yang pertama memperkuat sumber daya manusia guru, baik dari segi kompetensi maupun kesejahteraan. Yang kedua memperkuat fasilitas sekolah, ruang belajar, dan fasilitas pendukung lainnya. Yang ketiga penguatan tata kelola sekolah itu sendiri, sehingga setiap rupiah yang kita keluarkan untuk penguatan sekolah bisa tergunakan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Arianto, merinci jumlah pejabat yang dilantik pada kegiatan tersebut.
Ia menyebut, sebanyak 127 kepala sekolah resmi dilantik, yang terdiri atas 10 kepala Taman Kanak-kanak (TK), 98 kepala Sekolah Dasar (SD), dan 19 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu, sebanyak 93 pejabat fungsional teknis dari sejumlah organisasi perangkat daerah juga turut dilantik.
“Hari ini kita melantik pejabat fungsional dari beberapa OPD, khususnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta kepala sekolah. Untuk kepala sekolah terdiri dari kepala TK 10 orang, kepala SD 98 orang, kepala SMP 19 orang, dan jabatan fungsional teknis lainnya sebanyak 93 orang. Mudah-mudahan mereka bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya karena sudah resmi menduduki jabatan mereka masing-masing,” pungkasnya. (ltf/fdl)










