Home / Pemerintah

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:38 WIB

Penanganan Stunting di Kukar Diapresiasi Karena Turun Hingga 12 Persen, Sedangkan Angka Stunting Kaltim Masih 22,2 Persen

Jaya Mualimin- Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Latif/Eksposisi)

Jaya Mualimin- Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin, memberikan apresiasi terhadap peluncuran Program Gerakan Cegah Stunting demi Generasi Cemerlang (GEMILANG) yang merupakan kolaborasi antara DoctorSHARE, Bayan Group, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting di daerah. Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Program GEMILANG di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, pada Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, persoalan stunting masih menjadi tantangan besar di Kaltim. Berdasarkan data yang dipaparkannya, prevalensi stunting di provinsi tersebut masih berada di angka 22,2 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 18 persen.

Baca Juga :  Konflik Lahan Warga dan Perusahaan di Muara Kaman, DPRD Kukar Beri Waktu 14 Hari untuk Mediasi Terakhir

“Memang salah satu permasalahan di Provinsi Kalimantan Timur, angka stunting masih di atas standar nasional. Nasional sekitar 18 persen, sedangkan kita masih 22,2 persen,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, ia menilai capaian Kutai Kartanegara menjadi contoh positif. Berdasarkan pemaparan yang disampaikan dalam kegiatan itu, angka prevalensi stunting di Kukar telah turun hingga sekitar 12 persen, bahkan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Alhamdulillah dukungan dari DoctorSHARE di Kabupaten Kutai Kartanegara ini luar biasa sehingga bisa turun sampai 12 persen, padahal standar WHO itu 14 persen. Ini luar biasa, dan tadi Pak Bupati juga menargetkan bisa turun lagi menjadi di bawah satu digit,” katanya.

Baca Juga :  Pansus LKPJ DPRD Kaltim Soroti Proyek Pembangunan Jalan Simpang 4 Outer Ringroad IV

Jaya juga menilai pendekatan yang diterapkan melalui Program GEMILANG telah sesuai dengan pola intervensi yang efektif. Menurutnya, program tersebut tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga lebih fokus pada akar persoalan penyebab stunting sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efisien.

“Saya lihat intervensinya terkait stunting sudah sesuai dengan pola-pola yang efektif dan efisien, sehingga lebih fokus terhadap sasaran yang ingin dicapai,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Peringati Hari Pahlawan 2026 di Kukar, Pemkab dan Forkopimda Ziarah ke TMP Bukit Biru

Advertorial

Guna Meningkatkan Keselamatan di Jalan Raya, Dishub Kutim Berkomitmen Tegakkan Aturan Ketat Kendaraan Over Load

Bisnis

Ancaman PHK Dampak Pembatasan Produksi Tambang, Anggota DPRD Kukar Minta Kepastian RKAB

Advertorial

LKBB Kartanegara Kaltim Open 2025 Berlangsung Sukses, Dispora Kukar Pastikan Event Ini akan Kembali Digelar

Advertorial

Wabup Kukar Ikuti Rapat Pembahasan KUA PPAS Bersama DPRD

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Sampaikan Aspirasi Masyarakat Terkait Keterlibatan SDM Lokal di IKN kepada Anggota DPR-RI

Advertorial

Siapkan Calon ASN yang Berkualitas, Pemkab Kukar Siapkan Program Pendampingan Melaui Dispora

Advertorial

Warga Kecamatan Kota Bangun Sangat Terbantu dengan Hadirnya Layanan Digital Aplikasi Pantau BPKB