KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengapresiasi keterlibatan mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari dan Edi Damansyah, dalam membantu membenahi sejumlah infrastruktur di wilayah Kukar.
Menurut Aulia, kontribusi yang diberikan kedua mantan kepala daerah tersebut merupakan hal positif, terlebih di tengah kondisi keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Ia menilai, Rita Widyasari dan Edi Damansyah masih memiliki perhatian terhadap pembangunan Kukar meski sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah.
“Mereka punya penguatan di era, di masanya, dan kami sangat menyambut baik. Kami malah senang, semangat-semangat ini muncul dari beliau dan kita berharap semangat ini bisa menular ke teman-teman yang lain,” ujarnya saat diwawancarai awak media, pada Rabu (27/8/2026).
Aulia mencontohkan kontribusi Rita Widyasari yang disebut turut membantu pembenahan Taman Replika. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan perhatian Rita terhadap sektor industri kreatif yang telah digelutinya sejak lama.
Sementara itu, Edi Damansyah dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat, khususnya para petani. Kontribusinya antara lain terlihat dalam membantu pembenahan turap yang sebelumnya menjadi perhatian pemerintah.
“Bu Rita misalnya, dengan spiritnya dari dulu aktif di bidang industri kreatif, beliau hari ini membantu kita untuk membenahi Taman Replika, Pak Edi Damansyah dengan karakternya bahwa beliau ini orang wong cilik, dekat dengan petani, beliau membantu kita kemarin, nampak membenahi turap,” jelasnya.
Menurut Aulia, keterlibatan para mantan bupati tersebut tidak semestinya dilihat dari sudut pandang politik. Ia menilai, setiap masukan maupun kontribusi yang diberikan untuk kepentingan pembangunan daerah harus ditempatkan sebagai hal yang positif.
“Tapi bagi kami yang sedang memerintah hari ini, Pak Edi Damansyah bagaikan orang tua bagi kami, Ibu Rita bagaikan kakak bagi kami,” tuturnya.
Aulia mengatakan, keduanya selama ini juga memberikan masukan yang dinilai konstruktif bagi pemerintah daerah. Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi contoh bagi tokoh masyarakat lainnya untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Kukar.
“Di tengah keterbatasan anggaran ini, apa yang beliau lakukan, influence yang beliau sampaikan dan semangat yang beliau tularkan itu sangat baik untuk Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ltf/fdl)










