Home / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Senin, 27 Juli 2026 - 22:29 WIB

Bupati Kukar Pastikan Perbup Tata Cara Pemberian Insentif Guru Non-ASN Telah Diterbitkan

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terus menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait lemahnya payung hukum dalam pemberian insentif atau honor bagi guru non-ASN pada tahun anggaran 2025. Persoalan tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai bupati.

Aulia mengatakan, pemerintah daerah saat ini telah mengambil langkah perbaikan dengan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tata cara pemberian insentif. Penyusunan regulasi tersebut juga mempertimbangkan masukan atas temuan BPK agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Kalau yang dulu saya tidak tahu seperti apa. Yang pasti, kami kemarin sudah menandatangani Peraturan Bupati terkait tata cara pemberian insentif ini. Salah satu yang kami masukkan adalah poin mengenai pemberian insentif kepada para kepala sekolah, karena itu menjadi bagian dari temuan BPK yang harus kami tindak lanjuti,” ujar Aulia Rahman Basri, pada Senin (27/7/2026).

Baca Juga :  Pria Asal Samarinda Dilaporkan Tenggelam di Sungai Mahakam Kawasan Loa Kulu

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat aspek administrasi dan regulasi dalam penyaluran insentif agar pelaksanaannya memiliki dasar hukum yang lebih jelas.

Aulia mengaku tidak mengetahui secara rinci mekanisme maupun kondisi yang terjadi pada proses pemberian insentif sebelum dirinya menjabat. Ia menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah melakukan pembenahan sesuai rekomendasi lembaga pemeriksa.

“Kalau peraturan daerahnya sudah ada. Tapi saya kurang terlalu paham apa yang terjadi sebelumnya, sehingga itu yang sekarang kita benahi kondisinya,” katanya.

Terkait tindak lanjut terhadap penerima insentif yang masuk dalam temuan BPK dan Inspektorat, Aulia menegaskan pemerintah daerah harus mematuhi mekanisme yang berlaku. Menurutnya, setiap rekomendasi hasil pemeriksaan wajib ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Ramai Keluhan Status Desil, Dinsos Kukar Tegaskan Data Dapat Diperbarui Setiap Bulan

“Selama itu menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Inspektorat, ya mau tidak mau kita harus menindaklanjutinya sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Aulia memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi terbaik terhadap persoalan tersebut. Ia berharap penyelesaian dapat dilakukan tanpa mengabaikan ketentuan hukum maupun rekomendasi hasil pemeriksaan.

“Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Tetapi bagaimanapun, karena itu sudah menjadi bagian dari temuan BPK, tentu pemerintah daerah harus mengikuti mekanisme yang berlaku,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kukar Idaman Terbaik Fokus Bangun Nelayan Tangguh, Bantuan Produksi Hingga Infrastruktur Diperkuat

Ekonomi

Mendagri Terbitkan SE Tentang Efisiensi Anggaran Daerah, Belanja Kegiatan Hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

Advertorial

DPRD Kaltim Menggelar Rapat Internal Menyusun Kegiatan Tim Renja Tahun 2026

Advertorial

Pantai Tanah Merah Penyumbang PAD Terbesar Sektor Pariwisata di Kukar

Advertorial

Kecamatan Kota Bangun Darat Memiliki Kekayaan Budaya Khas pada Masing-Masing Desa

Advertorial

Bupati Pastikan Acara Found Fit Kukar Rutin Digelar

Advertorial

Pemkab Kukar akan Menetapkan Kawasan Cagar Budaya di Titik Nol Melalui Perbup

Advertorial

Pemkab Kutim Menggelar Bimtek Guna Memperkuat Peran BPD Dalam Pengawasan di Tingkat Desa