KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) optimistis Erau Adat Kutai kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2027. Pendaftaran untuk kurasi KEN tahun depan telah dilakukan, sementara data pendukung akan dilengkapi setelah seluruh rangkaian Erau 2026 selesai.
Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pihaknya masih menunggu data akhir jumlah kunjungan wisatawan selama pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.
Meski demikian, ia tetap optimistis jumlah kunjungan tahun ini dapat memenuhi target yang ditetapkan Kementerian Pariwisata sebagai salah satu indikator pendukung dalam pengajuan KEN.
“Alhamdulillah, tapi data terakhir kami belum dapat. Tapi target yang diberikan itu insya Allah kalau saya masih optimis tercapai. Kan 40 ribu kunjungan yang ditargetkan oleh Kementerian Pariwisata,” ujarnya pada Sabtu (26/9/2026).
Ia membandingkan target tersebut dengan jumlah kunjungan pada pelaksanaan Erau tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 20 ribu pengunjung. Tahun ini, pihaknya berharap angka tersebut dapat meningkat hingga melampaui target 40 ribu kunjungan.
“Karena Erau tahun lalu kan 20 ribu pengunjung. Insya Allah tahun ini mudah-mudahan bisa melampaui daripada 40 ribu itu,” katanya.
Selama pemantauan pelaksanaan Erau 2026, Awang melihat antusiasme masyarakat dan kunjungan wisatawan cukup tinggi. Kondisi tersebut membuatnya semakin yakin target kunjungan yang ditetapkan dapat tercapai.
Ia memperkirakan, apabila rata-rata terdapat 5 ribu kunjungan setiap hari selama delapan hari pelaksanaan, maka jumlah kunjungan sudah mencapai 40 ribu.
“Kalau saya melihatnya optimis, apalagi melihat malam ini ya, terakhir malam ini kan, mungkin 40.000 itu bisa kita capai. Karena anggap saja delapan hari 40.000 berarti satu hari 5.000. Kalau ada kunjungan lebih dari 5.000, Alhamdulillah, bisa 40.000,” jelasnya.
Menurut Awang, rangkaian Erau juga belum sepenuhnya berakhir. Setelah agenda Bepelas, masih terdapat sejumlah kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian penutup Erau Adat Kutai 2026.
Rangkaian tersebut di antaranya prosesi Belimbur, kegiatan bergelar pada malam hari, serta Merembahkan Ayu pada pagi hari hingga prosesi paripurna.
Sementara untuk KEN 2027, Dispar Kukar telah mendaftarkan Erau untuk mengikuti proses kurasi. Pendaftaran tersebut dilakukan sebelum batas waktu pendaftaran yang ditetapkan, yakni 25 September.
“KEN ini dikurasi lagi untuk 2027, tapi kita sudah daftarkan kemarin karena tanggal 25 terakhir. Kita daftarkan, tapi data-data menyusul,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sejumlah data penting baru dapat diperoleh setelah seluruh rangkaian Erau 2026 selesai. Data tersebut meliputi jumlah kunjungan wisatawan, jumlah UMKM yang terlibat, hingga komunitas kreatif yang berpartisipasi dalam memeriahkan Erau.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi bagian dari kelengkapan pengajuan Erau dalam proses kurasi KEN 2027.
“Kita dapat nanti setelah Erau, baru kita dapat data realnya, berapa pengunjung Erau, berapa UMKM yang terlibat, berapa komunitas kreatif yang ikut meramaikan Erau,” ujarnya.

Meski masih menunggu hasil pendataan dan proses kurasi, Awang menyatakan pihaknya tetap optimistis Erau dapat kembali menjadi bagian dari KEN pada 2027.
Ia mengatakan keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk mengurangi optimisme dalam mengembangkan agenda budaya dan pariwisata tersebut.
“Optimis lah, jangan pesimis walaupun dari segi anggaran kita ini, tapi tetap optimis kita,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)










