KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi semangat pemerintah daerah dalam melanjutkan pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Aulia saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kukar dalam rangka memperingati HUT ke-244 Kota Tenggarong, pada Senin (28/9/2026), di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar.
Peringatan HUT ke-244 Kota Tenggarong tahun ini mengusung tema “Raja Menjamu Rakyatnya”. Dalam pidatonya, Aulia menyoroti kondisi ruang fiskal pemerintah daerah yang semakin membutuhkan kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Menurutnya, efisiensi anggaran membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Tidak seluruh kebutuhan dapat dipenuhi dalam waktu yang bersamaan.
“Ruang fiskal pemerintah daerah hari ini semakin membutuhkan kehati-hatian. Efisiensi anggaran menuntut kita lebih selektif. Tidak semua keinginan bisa kita penuhi sekaligus, tidak semua program dapat kita laksanakan dalam waktu yang bersamaan,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan fiskal dan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi semangat pembangunan di Kabupaten Kukar.
“Efisiensi anggaran bukan berarti efisiensi semangat pembangunan membangun Kabupaten Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Aulia kemudian mengajak seluruh pihak untuk mengambil pelajaran dari sejarah perjalanan Kota Tenggarong.
Menurutnya, perkembangan kota dan Kabupaten Kukar tidak dapat dilepaskan dari semangat kebersamaan serta kekompakan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan.
Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan kesamaan arah dan langkah. Seluruh pihak harus mampu bergerak dalam satu barisan dan satu irama agar program pembangunan dapat berjalan secara optimal.
Aulia juga mengaitkan pesan tersebut dengan Mars Kutai Kartanegara yang diciptakan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21. Menurutnya, mars tersebut mengandung pesan penting mengenai kekompakan dalam membangun Kutai Kartanegara.

Ia menyebut perbedaan merupakan sesuatu yang pasti ada dalam proses pembangunan. Namun, perbedaan tersebut perlu menjadi ruang untuk berdiskusi dan mencari jalan keluar bersama, bukan menjadi alasan untuk memecah kebersamaan.
Dengan kekompakan dan gerak pembangunan yang searah, Aulia berharap pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dampak yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara.
Menutup pidatonya, Aulia menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-244 Kota Tenggarong sekaligus mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kemajuan dan kebudayaan daerah.
“Dirgahayu ke-244 Kota Tenggarong, Tenggarong maju, Tenggarong berbudaya, Tenggarong untuk semua,” pungkasnya.(ltf/fdl/adv)









