KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Upaya peningkatan layanan air bersih di Kecamatan Tenggarong terus dilakukan Perumda Tirta Mahakam Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu fokus utama saat ini adalah pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bekotok yang dinilai memiliki tantangan cukup besar dari sisi kualitas air baku.
Direktur Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, menyampaikan bahwa kondisi air baku di wilayah Bekotok yang bersumber dari Sungai Tenggarong cenderung keruh, sehingga memerlukan penanganan dan teknologi pengolahan yang lebih optimal.
“Ini karena menggunakan Sungai Tenggarong dengan kualitas air baku yang cenderung coklat, sehingga perlu peningkatan dari sisi pengolahan,” ujarnya, Selasa (28/04/2026).
Saat ini, Perumda Tirta Mahakam mengoperasikan tiga instalasi utama, yakni IPA Bukit Biru, Sukarame, dan Bekotok. Ketiganya direncanakan akan terintegrasi dalam satu sistem distribusi untuk saling menopang kebutuhan air bersih di Tenggarong.
Namun demikian, keterbatasan kapasitas produksi masih menjadi tantangan. Beberapa wilayah di Tenggarong disebut belum dapat menikmati layanan air bersih selama 24 jam penuh.
“Karena itu, sesuai arahan Bupati, dilakukan percepatan peningkatan kapasitas, khususnya di Tenggarong,” jelasnya.
Sebagai langkah strategis, Perumda Tirta Mahakam menggandeng pihak ketiga untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur air bersih, khususnya di IPA Bekotok.
Kerja sama ini mencakup pembangunan instalasi pengolahan air dengan teknologi yang lebih modern, salah satunya menggunakan sistem berbasis membran yang dinilai mampu meningkatkan kualitas air hasil olahan secara signifikan.
“Ini merupakan perkembangan terbaru dalam pengolahan air, dan sudah diterapkan di beberapa daerah seperti Bali dan NTB dengan kondisi air baku yang hampir serupa,” ungkap Suparno.
Menurutnya, keterbatasan layanan yang saat ini dirasakan masyarakat justru menjadi peluang bagi pihak swasta untuk berinvestasi dan menguji teknologi yang dimiliki dalam skala lebih luas.
Sejumlah survei telah dilakukan bersama calon mitra untuk memastikan kesiapan proyek, termasuk cakupan layanan yang akan diberikan kepada masyarakat jika kerja sama tersebut terealisasi sepenuhnya.
“Kami menyambut baik, karena tujuannya sama, yakni meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Dengan adanya peningkatan kapasitas ini, Perumda Tirta Mahakam optimistis layanan air bersih di Tenggarong dapat lebih maksimal, baik dari segi kualitas maupun kontinuitas distribusi.
“Kami berharap dengan penambahan kapasitas dan dukungan teknologi ini, pelayanan air bersih di Tenggarong bisa semakin optimal dan menjangkau seluruh masyarakat tanpa kendala,” pungkasnya. (ltf/fdl)








