Home / Advertorial / Ekonomi / Pemerintah / Peristiwa

Rabu, 30 September 2026 - 20:43 WIB

Bupati Kukar Soroti Dampak Kebijakan Subsidi BBM dan Listrik, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menanggapi kebijakan pemerintah pusat terkait subsidi energi, termasuk BBM dan listrik. Ia mengatakan, pemerintah daerah akan lebih berfokus menjaga dampak lanjutan kebijakan tersebut terhadap kondisi ekonomi masyarakat di daerah.

Aulia menegaskan, kebijakan mengenai subsidi energi merupakan kewenangan pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah memiliki peran untuk mengantisipasi dampak yang mungkin muncul di tingkat daerah.

“Pertama, kewenangan itu memang berada di wilayah pemerintah pusat. Tentunya kalau kita di daerah itu menjaga, masih menjaga proses ikutan dari proses pemangkasan ini,” ujarnya pada Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, salah satu hal yang perlu dijaga adalah stabilitas harga agar tidak terjadi inflasi yang berlebihan. Kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok dinilai dapat berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Dewan Direksi LPPL Radio Pemerintah Kukar Resmi Dilantik

Karena itu, Pemkab Kukar akan berupaya menjaga kemampuan dan daya beli masyarakat agar kebutuhan pokok tetap dapat terpenuhi dengan baik.

“Kami juga menjaga terkait dengan kemampuan atau daya beli dari masyarakat sehingga pemenuhan kebutuhan pokok dari masyarakat itu bisa terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Selain menjaga stabilitas harga dan daya beli, Aulia mengatakan pemerintah daerah juga memperhatikan tingkat pendapatan masyarakat. Hal tersebut berkaitan dengan upaya menjaga agar perubahan kebijakan di tingkat pusat tidak berdampak terhadap tingkat kemiskinan di Kukar.

“Yang paling penting adalah kami menjaga bagaimana pendapatan dari masyarakat itu sendiri, sehingga kebijakan yang dilakukan di tingkat pusat itu tidak memengaruhi tingkat kemiskinan yang ada di daerah, utamanya di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua Bepemperda DPRD Kaltim Ungkap Kendala Usulan Pengelolaan Alur Sungai Mahakam

Aulia juga berharap setiap perubahan atau pengurangan pembiayaan di sektor tertentu di tingkat pusat tetap diikuti dengan penyaluran anggaran ke sektor-sektor lain yang dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sektor produktif dapat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga perputaran ekonomi dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Artinya kita berharap kalau kebijakan pusat ini kan pasti ada check and balances. Ketika di sini dikurangi, nanti pembiayaannya akan disalurkan ke tempat mana lagi,” katanya.

Ia berharap pembiayaan tersebut dapat diarahkan ke sektor-sektor produktif sehingga mampu memberikan dukungan terhadap perekonomian masyarakat.

“Kita berharap ini tersalur ke sektor-sektor produktif sehingga ini bisa menjadi daya dorong atau daya dukung tersendiri untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Puluhan Guru SMP di Kukar Ikuti UKKJ yang Digelar Disdikbud

Advertorial

Poktan Karya Tani Desa Bangun Rejo Panen Padi Organik, Bupati Kukar Beri Apresiasi
Ahmad Yani - Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Pemerintah

Ketua DPRD Kukar Tolak Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD

Advertorial

RPJMD Kukar 2025-2029 Fokus Pembangunan Berkelanjutan Melalui Program Kukar Idaman Terbaik

Bisnis

Fasilitasi Pekerja hingga Ojol Mendapatkan Hak THR dan BHR, Distransnaker Kukar Buka Posko Pengaduan

Pemerintah

Kontrak 143 Tenaga Outsourcing Disdamkarmatan Kukar Diperpanjang hingga Akhir Tahun

Advertorial

Disdikbud Kukar Terus Berupaya Melestarikan Cagar Budaya

Advertorial

Sekda Kukar Intruksikan Seluruh Kecamatan Harus Menggelar MTQ