KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar guna menjaga stabilitas harga pangan.
Pengecekan dilakukan setiap hari, khususnya di Pasar Mangkurawang, Tenggarong, untuk mengetahui perkembangan harga berbagai komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, mengatakan pemantauan rutin tersebut dilakukan oleh petugas guna memastikan perkembangan harga bahan pangan di pasaran tetap terpantau. Selain itu, pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah komoditas yang mengalami perubahan harga cukup signifikan.
Menurutnya, hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah intervensi untuk menjaga stabilitas harga pangan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Setiap hari kita lakukan pengecekan. Petugas kami setiap hari, kalau di Tenggarong, melakukan pengecekan di Pasar Mangkurawang. Kita juga melihat komoditas-komoditas yang fluktuatif harganya, kemudian melakukan intervensi dengan Gerakan Pangan Murah,” ujarnya pada Rabu (28/10/2026).
Ia mengungkapkan, menjelang penghujung tahun 2026 terdapat beberapa komoditas pangan yang mulai mengalami kenaikan harga. Di antaranya sayur-sayuran, cabai rawit, dan bawang merah yang menunjukkan adanya lonjakan meskipun masih dalam skala terbatas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Disketapang Kukar mengingat kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah komoditas tersebut cenderung meningkat menjelang perayaan hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Karena itu, pemantauan harga akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan yang lebih tinggi.
Sebagai langkah intervensi, Disketapang Kukar sebelumnya telah bekerja sama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) MGRM untuk memberikan subsidi harga terhadap sejumlah komoditas pangan strategis.
Upaya tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Ananias menjelaskan, komoditas yang mendapatkan subsidi dalam kegiatan tersebut meliputi cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Ketiga komoditas itu menjadi perhatian karena termasuk bahan pangan yang mengalami perubahan harga di pasaran.
“Kemarin kami sudah bekerja sama dengan Perusda MGRM untuk memberikan subsidi harga komoditas sayuran strategis seperti cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah,” jelasnya.

Disketapang Kukar berencana kembali menggelar Gerakan Pangan Murah pada Desember 2026. Kegiatan tersebut dipersiapkan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Pelaksanaan GPM pada Desember mendatang juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ananias menegaskan, pemantauan harga di pasar akan terus dilakukan secara berkala agar pemerintah dapat mengetahui lebih awal apabila terjadi perubahan harga pada komoditas tertentu. Dengan demikian, langkah intervensi melalui Gerakan Pangan Murah dapat disiapkan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Rencananya Desember kita lakukan lagi Gerakan Pangan Murah menjelang Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)









