KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) segera melakukan pendataan terhadap korban kebakaran yang melanda Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, pada Selasa malam (13/10/2026), sekitar pukul 23.45 Wita.
Pendataan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan bantuan bagi warga terdampak, termasuk keluarga korban meninggal dunia. Terkait adanya korban meninggal dunia Dinsos Kukar berencana mengomunikasikan pengajuan santunan kematian kepada Kementerian Sosial (Kemensos).
Kepala Dinsos Kukar, Rinda Desianti, mengatakan pihaknya langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan identifikasi setelah menerima informasi mengenai peristiwa kebakaran tersebut.
Dinsos juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk mengumpulkan data lengkap mengenai dampak kejadian.
Rinda menjelaskan, data yang dihimpun meliputi jumlah rumah yang terbakar, rumah yang terdampak, serta jumlah korban, terutama korban meninggal dunia. Informasi tersebut diperlukan untuk menentukan langkah penanganan sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi warga di lapangan.
“Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak kecamatan dan meminta data detail terkait jumlah rumah yang terbakar, rumah terdampak, serta jumlah korban, terutama yang meninggal dunia,” ujarnya pada Rabu (14/10/2026)..
Dinsos Kukar juga berencana mengomunikasikan pengajuan santunan kematian kepada Kementerian Sosial (Kemensos). Langkah ini dilakukan karena santunan kematian bagi korban bencana tersebut tidak tersedia dalam program yang dianggarkan Dinsos Kukar.
Rinda menyebutkan, koordinasi dengan Kemensos akan segera dilakukan setelah seluruh data korban diterima secara lengkap. Pihaknya menargetkan komunikasi tersebut dapat dilaksanakan paling lambat Kamis (15/10/2026), sehingga upaya penanganan bagi keluarga korban dapat segera ditindaklanjuti.
“Untuk santunan kematian bagi dua anak itu, rencananya akan kami komunikasikan dengan Kemensos. Kalau data lengkap sudah kami terima, paling lambat besok akan segera kami komunikasikan,” jelasnya.
Selain keluarga korban meninggal dunia, Dinsos Kukar juga memberikan perhatian terhadap korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Pendataan terhadap korban luka diperlukan untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan mereka, sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan situasi yang dihadapi masing-masing korban.
Di samping mengupayakan santunan kematian, Dinsos Kukar juga akan mengidentifikasi kebutuhan dasar warga terdampak kebakaran. Bantuan berupa permakanan dan sandang menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga setelah kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang akibat kebakaran.
Rinda menegaskan, seluruh bentuk bantuan akan disesuaikan dengan hasil pendataan dan kebutuhan para korban. Karena itu, koordinasi dengan pihak kecamatan menjadi bagian penting untuk memastikan warga terdampak terdata secara menyeluruh dan penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Di tengah penanganan dampak kebakaran tersebut, Rinda turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering.
Ia meminta warga lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan rumah tangga dan memastikan instalasi listrik di rumah berada dalam kondisi aman.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mematikan dan mencabut peralatan listrik setelah digunakan dapat menjadi salah satu langkah pencegahan. Masyarakat juga diharapkan tidak mengabaikan potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal agar kejadian serupa dapat diantisipasi sedini mungkin.
“Saat ini banyak kejadian kebakaran, apalagi di tengah kondisi El Nino dan kekeringan. Segala sesuatu bisa terjadi, jadi perhatikan penggunaan listrik. Kalau sudah selesai digunakan, sebaiknya dicabut,” tutupnya. (ltf/fdl/adv)









