KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong perluasan kesempatan kerja dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Kukar Siap Kerja dan Wirausaha. Hingga saat ini, sebanyak 305 orang telah mengikuti dan menyelesaikan pelatihan kompetensi siap kerja, dengan hampir 100 orang di antaranya telah berhasil ditempatkan bekerja.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menjelaskan bahwa program Kukar Siap Kerja memiliki dua fokus utama, yakni sektor formal melalui pelatihan kompetensi siap kerja dan sektor nonformal melalui pembekalan keterampilan untuk menciptakan wirausaha mandiri.
Dari total peserta pelatihan sektor formal, sekitar 85 persen berasal dari kelompok desil 1 sampai 5 atau masyarakat yang berada di kantong-kantong kemiskinan.
“Konsep pelatihan kompetensi siap kerja ini adalah memastikan tenaga kerja lokal di Kutai Kartanegara, khususnya masyarakat desil 1 sampai 5, mendapatkan akses pekerjaan melalui pelatihan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, industri, dan dunia usaha,” ungkapnya pada Minggu (1/11/2026).
Pada sektor nonformal, Distransnaker telah melaksanakan pembekalan keterampilan di sejumlah kecamatan, di antaranya Muara Wis, Kota Bangun, Loa Kulu, Sebulu, dan Tenggarong.
Terdapat enam kelompok tenaga kerja mandiri yang menjadi sasaran program tersebut, dengan masing-masing kelompok mendapatkan pelatihan selama lima hari melalui instruktur dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang kompeten.
Setelah mengikuti pelatihan, setiap kelompok juga mendapatkan bantuan peralatan sesuai jenis keterampilan yang dikembangkan.
Bantuan tersebut di antaranya berupa peralatan perbengkelan dan pertukangan yang diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun serta menjalankan usaha secara mandiri.
Dendy berharap, usaha yang dibangun melalui program tersebut dapat terus berkembang dan berkelanjutan. Bahkan, setelah memasuki bulan ketiga dan keempat, kelompok penerima manfaat diharapkan dapat memanfaatkan program lanjutan Kukar Idaman Terbaik, yakni Kredit Kukar Idaman Terbaik dengan bunga nol persen untuk mendukung pengembangan usaha.
“Pada bulan ketiga dan keempat, mereka juga diharapkan bisa melanjutkan pengembangan usaha melalui program lanjutan Kukar Idaman Terbaik, yaitu Kredit Kukar Idaman Terbaik dengan bunga nol persen,” jelasnya.
Selain melalui anggaran daerah, Distransnaker Kukar juga memperkuat pelaksanaan program melalui sinergi dengan sektor badan usaha. Salah satunya melalui kolaborasi bersama PHKT yang sekitar tiga minggu lalu melaksanakan pelatihan sertifikasi kompetensi juru las atau welder SMAW 1G. Pelatihan tersebut diikuti 15 peserta yang berasal dari tiga desa di Kecamatan Marangkayu.
Ke depan, kolaborasi serupa akan diperluas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) SKK Migas. Pelatihan yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri, sehingga kompetensi tenaga kerja lokal dapat lebih tepat sasaran dan memiliki peluang untuk diserap oleh perusahaan.
Distransnaker juga berupaya mengakses program pemerintah pusat, salah satunya Magang Nasional Batch 3 yang memiliki kuota 75 ribu peserta secara nasional.
Dendy menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan agar dapat menjadi penyelenggara program tersebut. Program ini dinilai penting untuk membantu lulusan baru yang terkendala pengalaman kerja ketika melamar pekerjaan.
Melalui program magang nasional, peserta berkesempatan mendapatkan uang saku setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang ditanggung kementerian, jaminan BPJS Ketenagakerjaan selama enam bulan, pengalaman kerja, sertifikasi, serta peningkatan keterampilan.
Sementara itu, perusahaan penyelenggara hanya perlu menyediakan makan siang dan mentor pada masing-masing divisi yang membuka kesempatan magang.
“Program Magang Nasional ini sangat penting karena diharapkan menjadi solusi bagi tenaga kerja lokal yang sering mengalami kegagalan saat melamar pekerjaan karena belum memiliki pengalaman kerja,” paparnya.

Selain program magang, Distransnaker Kukar juga mengejar akses pelatihan kompetensi dan keterampilan bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Program tersebut diharapkan dapat membantu para pekerja meningkatkan kemampuan agar memiliki peluang kembali bekerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Seluruh peluang program dari kementerian tersebut diupayakan dapat diakses dalam sisa dua bulan terakhir tahun ini.
Dendy berharap berbagai intervensi melalui anggaran daerah, dukungan badan usaha, serta akses program kementerian dapat terus diperluas dan berlanjut pada 2027.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mempercepat pelaksanaan program Kukar Siap Kerja sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Jika pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan berlanjut pada 2027, kami akan meningkatkan upaya untuk mengakses berbagai program kementerian guna memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)










