KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pembangunan dan peningkatan fasilitas Water Treatment Plant (WTP) di sejumlah wilayah kecamatan.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan air bersih sekaligus memperluas jangkauan distribusi kepada masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, Muhammad Aidil, mengatakan saat ini terdapat dua wilayah yang menjadi perhatian, yakni Desa Benua Puhun Kecamatan Muara Kaman dan Kecamatan Anggana. Di Benua Puhun, pemerintah melakukan peningkatan fasilitas WTP, sedangkan di Anggana dilakukan pembangunan sekaligus peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan air.
Menurut Aidil, peningkatan fasilitas di Benua Puhun diharapkan dapat mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat di sejumlah desa. Wilayah yang menjadi cakupan pelayanan tersebut meliputi Benua Puhun, Bunga Jadi, dan Manunggal Daya.
Namun, terkait jumlah sambungan rumah (SR) yang dapat dilayani melalui fasilitas tersebut, pihaknya belum memiliki data secara terperinci. Sebab, pendataan jumlah pelanggan dan sambungan rumah menjadi kewenangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Kami hanya membangun fasilitas yang berkaitan dengan pelayanan tersebut. Namun, memang fasilitas ini melayani beberapa desa, seperti Benua Puhun, Bunga Jadi, Manunggal Daya dan beberapa wilayah lainnya,” jelasnya pada Jumat (6/11/2026).
Sementara itu, di Kecamatan Anggana, pembangunan dan peningkatan WTP dilakukan untuk mengatasi keterbatasan kapasitas fasilitas pengolahan air yang saat ini sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan pelayanan masyarakat.
Aidil menjelaskan, kondisi WTP yang tersedia di Anggana sudah mengalami kekurangan kapasitas. Karena itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan fasilitas agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terlayani dengan lebih baik.
Selain meningkatkan kapasitas pelayanan yang sudah ada, pembangunan tersebut juga diarahkan untuk memperluas jaringan distribusi air bersih ke wilayah yang selama ini belum mendapatkan layanan PDAM.
Salah satu wilayah yang menjadi sasaran perluasan pelayanan tersebut adalah Handil Terusan. Hingga saat ini, kawasan tersebut belum terjangkau jaringan pelayanan air bersih dari PDAM.
“Kalau di Anggana, kondisi WTP saat ini memang sudah kekurangan kapasitas. Karena itu, dilakukan pembangunan dan peningkatan agar pelayanan air bersih bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Ia mengunkapkan, pengembangan fasilitas WTP di Anggana nantinya akan dilanjutkan dengan perluasan jaringan pelayanan menuju Handil Terusan. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pengolahan air, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih.
Aidil berharap, setelah pembangunan dan peningkatan fasilitas tersebut rampung, kebutuhan air bersih masyarakat di Anggana dapat terlayani secara bertahap, termasuk wilayah Handil Terusan yang selama ini belum mendapatkan akses layanan PDAM.
“Karena nantinya akan diteruskan sampai ke Handil Terusan, Saat ini Handil Terusan belum terlayani air PDAM. Jadi, kalau pembangunan ini selesai, insyaallah nanti pelayanan air bersih bisa sampai ke Handil Terusan,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)










