KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi fenomena El Nina pada 2027. Salah satu upaya yang dipersiapkan yakni pembangunan infrastruktur pengairan untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan persawahan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim tahun depan perlu diantisipasi sejak dini. Sebab, musim kemarau diperkirakan datang lebih cepat, yakni pada pertengahan tahun.
“Kita mempersiapkan diri karena berdasarkan info dari BMKG tahun depan itu kita tidak lagi El Nino tapi kita kena El Nina. Kemungkinan kemarau itu akan lebih cepat datangnya di pertengahan tahun itu sudah datang,” ujarnya pada Jumat (6/11/2026).
Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Kukar mulai mengidentifikasi sejumlah sumber air yang berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan pertanian. Salah satu yang menjadi perhatian adalah void atau lubang bekas tambang yang dinilai memiliki potensi sebagai sumber air alternatif.
Aulia menjelaskan, sejumlah void telah diidentifikasi untuk mendukung kebutuhan pengairan di kawasan persawahan. Potensi sumber air tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui pembangunan saluran agar air yang tertampung dapat dialirkan menuju lahan pertanian.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengairan menjadi bagian dari persiapan pemerintah daerah dalam menghadapi kemungkinan keterbatasan pasokan air saat musim kemarau. Dengan demikian, sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pertanian.
Selain mengidentifikasi lokasi sumber air, Pemkab Kukar juga akan melakukan penanganan atau treatment terhadap void yang telah dipetakan. Langkah ini dilakukan agar pemanfaatannya dapat mendukung sistem pengairan sawah secara optimal.
Aulia menegaskan, pemanfaatan void tersebut diarahkan untuk membantu petani memperoleh pasokan air, terutama ketika curah hujan mulai berkurang. Pembangunan saluran nantinya menjadi penghubung agar air dari lokasi penampungan dapat menjangkau kawasan persawahan.
“Void-void yang sudah kita identifikasi untuk bisa melakukan pengairan-pengairan di sawah-sawah kita,” jelasnya.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap potensi sumber air yang ada di Kukar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung keberlangsungan sektor pertanian.
Ketersediaan infrastruktur pengairan juga diharapkan membantu mengurangi risiko terganggunya aktivitas pertanian akibat datangnya musim kemarau lebih awal.
“Akan kita lakukan treatment untuk pembangunan saluran sehingga air-air itu bisa mengalir ke sawah-sawah,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)








