Home / Olahraga dan Kesehatan / Pemerintah

Selasa, 22 September 2026 - 18:32 WIB

Dinas Kesehatan Kukar Dorong Pusban Lebih Aktif Jemput Bola Beri Pelayanan kepada Masyarakat

Ismi Mufidah - Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Ismi Mufidah - Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong optimalisasi pelayanan kesehatan melalui Puskesmas Pembantu (Pusban) di setiap wilayah desa.

Langkah tersebut dilakukan seiring penerapan konsep integrasi layanan primer yang menempatkan Pusban sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah, mengatakan saat ini terdapat 32 puskesmas induk yang tersebar di 20 kecamatan. Selain itu, terdapat sekitar 170 Pusban yang menjadi jejaring pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, keberadaan Pusban dinilai penting karena fasilitas tersebut berada lebih dekat dengan masyarakat dibandingkan puskesmas induk. Hampir seluruh puskesmas di Kukar telah memiliki jejaring Pusban yang tersebar di sejumlah desa.

“Puskesmas saat ini 32, Pusban sekitar 170-an. Itu rata-rata aktif semua. Kalau puskesmas induk 32, Pusbannya 170-an, jadi hampir rata-rata seluruh puskesmas memiliki satelit Pusban,” ujarnya pada Senin (21/9/2026).

Dalam era integrasi layanan primer, Ismi menjelaskan fungsi Pusban tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan ketika masyarakat datang. Pusban juga diarahkan untuk menjalankan pelayanan yang lebih aktif dengan konsep jemput bola ke masyarakat.

Untuk mendukung pola tersebut, Dinkes Kukar tengah membahas penguatan peran kader di Pusban. Kader nantinya diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan melakukan pemantauan dan pelayanan langsung di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang tidak datang ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Beasiswa Stimulan Kukar Idaman Terbaik Mulai Disalurkan Pekan Ini, Anggaran yang Disiapkan Rp19 Miliar

Ismi mengatakan konsep tersebut masih dalam tahap penyusunan karena kader selama ini juga memiliki peran dalam kegiatan posyandu terintegrasi.

Dinkes akan mendiskusikan pola pembagian peran tersebut bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar agar keberadaan kader di Pusban dapat dioptimalkan.

“Memang fungsinya teman-teman Pusban itu jemput bola. Kalau masyarakat tidak datang, teman-teman kader inilah yang bisa membantu di masyarakat,” jelasnya.

Keberadaan Pusban juga dinilai membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan di luar jam kerja. Ismi menyebut sejumlah petugas yang bertugas di Pusban bahkan tetap memberikan pelayanan ketika masyarakat datang di luar waktu kerja karena lokasi Pusban berada lebih dekat dengan permukiman warga.

Dari sisi sumber daya manusia, Dinkes Kukar terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Pusban. Bidan menjadi salah satu tenaga yang rata-rata telah tersedia, sementara pemenuhan tenaga lainnya turut didukung melalui kerja sama dengan pemerintah desa.

Pemerintah desa juga dapat berkontribusi dalam pembiayaan tenaga kesehatan yang ditempatkan di Pusban. Pola tersebut memungkinkan desa merekrut tenaga kesehatan dari masyarakat setempat, termasuk lulusan bidang kesehatan, sehingga pelayanan di Pusban dapat lebih terisi dan tenaga yang ditempatkan juga lebih mengenal kondisi wilayah.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Pastikan Dana Tersedia untuk Jalankan Kegiatan Proyek

“Jadi itu pembiayaan dari desa. Mereka yang membayar, jadi rata-rata memang mengambil dari masyarakat atau anak-anak di sana yang sekolah di kesehatan, perawat, bidannya,” katanya.

Meski demikian, Ismi mengakui kekurangan tenaga kesehatan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Dinkes Kukar.

Karena itu, pihaknya berupaya memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, termasuk dukungan pemerintah desa dan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) puskesmas, untuk memenuhi kebutuhan tenaga yang belum dapat dipenuhi melalui formasi pemerintah daerah.

Salah satu perkembangan terbaru terjadi di Puskesmas Muara Wis yang sebelumnya mengalami kekosongan dokter. Melalui pemanfaatan dana BLUD, Puskesmas Muara Wis kini telah merekrut dan menempatkan satu dokter umum.

Upaya serupa juga sedang dipertimbangkan oleh puskesmas lain, termasuk Puskesmas Jonggon, sementara kebutuhan tenaga di Tabang masih menunggu penyesuaian regulasi.

“Berita baik sekarang di Puskesmas Muara Wis, selama ini diberitakan kosong, Alhamdulillah kita sudah dapat tenaga dokter. Mereka meng-hire dari dana BLUD-nya. Alhamdulillah sudah ada satu dokter yang ditempatkan di Muara Wis,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

SMPN 1 Tenggarong Raih Banyak Prestasi Lewat Ekstrakurikuler, Disdikbud Kukar Dorong Pembinaan Mandiri Sekolah

Advertorial

DPRD Kaltim Menggelar Rapat Internal Maksimalkan Kerja Dewan

Advertorial

Atasi Kendala Distribusi dan Aksebilitas, Sejumlah Program Dijalankan Dinas Ketahanan Pangan Kutim

Advertorial

Komisi IV DPRD Kaltim Menggelar RDP Bahas PPDB Tahun 2023

Ekonomi

Pemkab Kukar Prioritaskan Pengelolaan Keuangan Sesuai Kemampuan Anggaran

Advertorial

Meriahkan Hari Olahraga Nasional dan Sumpah Pemuda, Lomba Oltrad Digelar di Muara Muntai

Advertorial

Sosialisasikan Anti Korupsi, Pemkab Kutim Gandeng KPK RI

Bisnis

Pemkab Kukar Berkomitmen Penyelesaian Pinjaman ke Banklatimtara Dilakukan Tepat Waktu dan Sesuai Aturan