Home / Advertorial / Pemerintah / Uncategorized

Rabu, 15 November 2023 - 15:30 WIB

Kadisdikbud Kutim Utamakan Pelajaran Agama Dalam Kurikulum Pembelajaran

Mulyono - Kepala Disdikbud Kutim

Mulyono - Kepala Disdikbud Kutim

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Tiap waktu tumbuh kembang anak memiliki tantangan tersediri. mulai dari balita, anak-anak, masa remaja hingga dewasa. Di masa anak mulai membaur dengan lingkungan beragam godaan dapat berdampak terhadap kehidupannya. Maka penting ilmu agama diberikan sejak dini.

“Apabila tidak memiliki ilmu agama yang kuat sejak dini, dikhawatirkan bisa terjerumus kepada hal-hal yang kurang baik. Maka melalui pembelajaran ilmu agama dapat memberikan batasan terhadap anak untuk tidak berprilaku buruk,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdkbud) Kutai Timur (Kutim) Mulyono.

Dirinya menambahkan, Menyadari petingnya hal itu, maka salah satu langkah yang ditempuh Disdikbud Kutim ialah menerapkan pembelajaran kitab suci. Khususnya bagi pelajar Sekolah Dasar (SD) di lima skeolah, yang saat ini sedang dilaksanakan uji coba.

Baca Juga :  Disbun Ungkap Data 338 Perusahaan Memiliki IUP Perkebunan di Kaltim

“Dengan tambahan waktu belajar kitab suci ini selama dua jam, diharapkan waktu mereka bisa lebih bermanfaat,” ujarnya belum lama ini.

Mulyono menyebut, program akan diujicoba selama satu setengah semester. Kegiatan ini menjadi pilot project, sebelum diterapkan di satuan pendidikan jenjang sekolah dasar di Kutim.

“Kita ambil pantau animo orang tua murid, sekolah dan masyarakat, supaya bisa diterapkan di seluruh sekolah nantinya,” tuturnya.

Baca Juga :  Tekan Angka Putus Sekolah, Disdikbud Kukar Apresiasi PKBM Puteri Karang Melenu

Menurunkan interaksi anak dengan gatget juga menjadi salah satu tujuan dari pelaksanaan uji coba mata pelajaran (Mapel) kitab suci ini di sekolah. Sebab, tidak sedikit pengaruh buruk disebabkan dari anak yang melihat tanyangan buruk di smarphone. Seperti perkataan kasar hingga konten dewasa.

Menurut Mulyono, di era perkembangan teknologi maju sekarang ini, banyak anak-anak yang banyak menghabiskan waktunya untuk bermain handphone. Membuat tidak focus terhadap pelajaran disekolahnya.

“Anak-anak mulai enggan untuk belajar. Cenderung  lebih banyak bermain game,” tutupnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Harap MTQ Jadi Sarana Pembinaan dan Penguatan Prestasi Daerah

Advertorial

Wakil DPRD Kukar Serahkan Bantuan Papan Interaktif kepada Puluhan Desa

Advertorial

Bupati Kukar Resmikan Tiga Gedung Posyandu di Kecamatan Samboja Barat

Uncategorized

Bupati Kukar Hargai Keputusan Mundur PPPK yang Enggan Ditugaskan ke Pelosok, Pemkab Pastikan Tak Ada Perpindahan

Pemerintah

Bansos yang Sempat Terkendala, akan Segera Tersalurkan

Olahraga dan Kesehatan

Pertama di Kaltim, RSUD AM Parikesit Siapkan Gedung Pelayanan Pasien Kanker Secara Terintegrasi

Pemerintah

Kemendagri RI Siapkan Sistem KTP Digital

Advertorial

Pemkab Kukar akan Menggelar Event Musik Skala Nasional Bertajuk KukarLand Festival 2022