Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Selasa, 21 Mei 2024 - 09:46 WIB

Anggota DPRD Kutim Menanggapi Jaminan Sosial Kesehatan Bagi Masyarakat

Novel Tyty Paembonan - Anggota DPRD Kutai Timur

Novel Tyty Paembonan - Anggota DPRD Kutai Timur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, memberikan tanggapannya mengenai jaminan sosial kesehatan, terutama terkait dengan BPJS Kesehatan.

“Itukan saya kira terstruktur yah, dari pusat kemudian provinsi sampai kabupaten kota, bahkan WHO sudah mengakui bahwa Indonesia sudah bisa mendapatkan Universal Health Coverage (UHC) dengan adanya pembiayaan jaminan kesehatan sosial,” ujarnya saat ditemui media di halaman kantor DPRD Kutim belum lama ini.

Novel menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan terbagi menjadi dua, yaitu secara mandiri dan dari pemerintah.

“Dalam BPJS itu sendiri tercantum dokter keluarga atau faskes, maka dia wajib ke faskes tersebut, kecuali terjadi dalam kondisi emergency atau darurat, maka di bolehkan dan tidak harus menunggu buka jam kerja praktek,” tambahnya.

Baca Juga :  Pengembangan Sektor Pertanian di Desa Karang Tunggal Diseimbangi dengan Peningkatan SDM

Menurutnya, dalam keadaan darurat, seseorang diperbolehkan langsung menuju unit pelayanan terdekat dengan membawa kartu BPJS.

“Saat dalam keadaan darurat maka boleh langsung ke unit pelayanan terdekat dengan membawa BPJS,” katanya.

Anggota komisi A itu juga juga menekankan, pentingnya jika seseorang tidak dilayani di puskesmas, maka perlu dilaporkan.

“Jika tidak dilayani maka laporkan puskesmas tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Kukar Serahkan Bantuan Paket Ramadan di Masjid Besar Al Ilham Kecamatan Kembang Janggut

Selain itu, pihaknya menjelaskan bahwa jika warga yang beridentitas Kutai Timur sakit dan tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan, maka akan dirawat di rumah sakit pemerintah, termasuk di puskesmas. maka laporkan ke Dinas Sosial.

“Maka segerakan laporkan ke dinas sosial agar tercover semua biaya oleh pemerintah,” tutupnya.

Terakhir dirinya berharap, jaminan sosial yang di sediakan pemerintah dapat memberikan perlindungan bagi masyrakat Kutim.

” Yahh saya berharap, jaminan sosial kesehatan dapat tersedia dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat Kutai Timur,” tutupnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

Transformasi Pembangunan Desa Berbasis Data, Tiga Desa Kukar Siap Ikuti Desa Cantik 2026

Bisnis

Disperindag Kukar Siapkan Skema Pengelolaan Industri Rumput Laut Pasca Uji Coba

Olahraga dan Kesehatan

Gerakan Pramuka Kukar Diharapkan Jadi Mitra Strategis Pemerintah Dalam Pembinaan Generasi Muda

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Sebut Bidang Pendidikan Prioritas Utama yang Harus Dipenuhi Pemerintah Daerah

Politik

Aulia Rahman Basri Ziarah ke Makam Pak Kaning, Sosok yang Menginspirasi Perjalanan Politiknya

Advertorial

RSUD Kudungga Borong Penghargaan Pada Ajang Akuntansi Award 2023

Infrastruktur

Disdamkarmatan Kukar Dorong Penambahan Tandon dan Hidran di Zona Rawan Kebakaran

Pemerintah

Pengembalian Dana Insentif Guru Non-ASN yang Menjadi Temuan BPK Capai Rp2 Miliar