KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama PT PMM membahas penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp150 juta untuk korban kebakaran di Kelurahan Melayu dan Kelurahan Loa Ipuh. Penyesuaian penyaluran dilakukan setelah kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Loa Ipuh.
Kepala Dinas Perkebunan Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan.
Pembahasan dilakukan atas arahan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di kedua kelurahan.
Taufik menjelaskan, sebelumnya PT PMM telah menyampaikan pemberitahuan kepada bupati terkait rencana penyaluran bantuan senilai Rp150 juta.
Namun, munculnya musibah kebakaran baru di Kelurahan Loa Ipuh menjadi pertimbangan untuk membahas kembali mekanisme penyaluran bantuan tersebut.
“Dalam perkembangannya sudah diputuskan Rp150 juta, tetapi ternyata ada kejadian baru di Kelurahan Loa Ipuh. Oleh karena itu, atas arahan Pak Bupati, kami membahas dengan teman-teman PT PMM,” ujarnya pada Kamis (15/10/2026),
Menurutnya, pemerintah daerah ingin memastikan bantuan yang disalurkan tidak hanya memperhatikan korban kebakaran di Kelurahan Melayu, tetapi juga masyarakat terdampak di Kelurahan Loa Ipuh. Koordinasi tersebut diharapkan dapat memastikan bantuan diterima oleh warga yang berhak sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Taufik menegaskan, hal terpenting dalam penyaluran bantuan tersebut adalah memastikan seluruh bantuan benar-benar sampai kepada para korban. Karena itu, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap proses penyaluran agar bantuan senilai Rp150 juta tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, yang terpenting prinsipnya adalah semua bantuan ini tidak boleh ada yang tidak sampai kepada korban. Jadi, Rp150 juta ini kita pastikan sampai kepada yang berhak menerimanya,” tegasnya.
Selain mengapresiasi kontribusi PT PMM, Pemkab Kukar juga mendorong perusahaan lain untuk turut membantu masyarakat yang terdampak kebakaran. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya berasal dari program CSR, tetapi juga dapat dihimpun melalui penggalangan donasi yang melibatkan berbagai pihak.
Taufik menyebutkan, penggalangan donasi dapat dilakukan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), karyawan perusahaan, maupun masyarakat yang ingin memberikan bantuan secara pribadi. Upaya ini dinilai dapat memperluas dukungan bagi korban, terutama bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Menurutnya, tidak semua masyarakat yang ingin membantu mengetahui saluran penyaluran donasi yang tepat. Oleh karena itu, penggalangan bantuan secara terkoordinasi diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kepedulian kepada para korban.
“Harapan Pak Bupati, mungkin bisa digalang donasi di masing-masing instansi. Ini bagian daripada amal kita untuk sesama, tidak hanya dari perusahaan, tetapi juga dari pribadi-pribadi yang ingin menyalurkan bantuan,” ungkapnya.

Pemkab Kukar berharap bantuan dari PT PMM dapat meringankan beban korban kebakaran di Kelurahan Melayu dan Kelurahan Loa Ipuh. Pemerintah daerah juga mengharapkan semakin banyak perusahaan dan masyarakat yang berpartisipasi dalam membantu warga terdampak melalui berbagai bentuk dukungan sosial.
Taufik menyampaikan apresiasi kepada PT PMM atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Kukar. Ia berharap hubungan baik antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjaga, sehingga aktivitas usaha dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi warga, khususnya mereka yang sedang menghadapi musibah.
“Mudah-mudahan perusahaan terus maju dan sukses, serta masyarakat juga bisa merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan, terutama yang terkena musibah,” tutupnya. (ltf/fdl)









