KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, memastikan pemerintah daerah tetap menyiapkan bonus bagi para atlet yang berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII di Kabupaten Paser, Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V, serta Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat (Forda) II dan Porwada Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026.
Aulia menyampaikan, pemberian bonus merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap perjuangan dan prestasi para atlet yang membawa nama Kabupaten Kukar dalam berbagai ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ia menegaskan, bonus bukan satu-satunya hal yang menjadi motivasi atlet dalam bertanding. Menurutnya, semangat dan tekad para atlet untuk meraih prestasi diharapkan jauh lebih besar dibandingkan nominal bonus yang dijanjikan pemerintah daerah.
“Pastinya, bonus sebenarnya bukan satu-satunya. Karena kita yakin semangat tanding yang dimiliki teman-teman atlet itu jauh lebih besar daripada bonus yang kita janjikan,” ujarnya saat diwawancarai awak media, pada Jumat (30/10/2026).
Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan bonus kepada atlet, meskipun saat ini kondisi keuangan daerah sedang menghadapi sejumlah keterbatasan. Bahkan, Aulia menjanjikan besaran bonus yang diberikan minimal sama dengan periode sebelumnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga akan mempertimbangkan besaran bonus yang diberikan kabupaten dan kota lain di Kaltim. Apabila terdapat daerah yang memberikan bonus lebih tinggi dibandingkan Kukar pada periode sebelumnya, pemerintah daerah akan berupaya menyamakan nominal tersebut.
Namun, jika besaran bonus dari daerah lain masih berada di bawah standar yang pernah diberikan Kukar, maka pemerintah daerah akan tetap mengacu pada nominal bonus periode sebelumnya.
“Nanti semuanya akan kita diskusikan bersama para ketua-ketua perhimpunan olahraga. Yang pasti, kami menginginkan isu bonus ini tidak menjadi penghalang atlet-atlet kita untuk berprestasi,” jelasnya.
Aulia juga menyoroti beredarnya berbagai informasi simpang siur mengenai pemberian bonus atlet di tengah kondisi keuangan daerah. Ia tidak ingin muncul anggapan bahwa pemerintah daerah tidak akan memberikan bonus atau justru mengurangi nominal penghargaan dibandingkan periode sebelumnya.
Menurutnya, ketidakjelasan informasi tersebut berpotensi memengaruhi konsentrasi dan kesiapan atlet menjelang pertandingan. Karena itu, ia ingin memastikan seluruh atlet Kukar memiliki kepastian bahwa pemerintah daerah tetap memperhatikan apresiasi atas perjuangan mereka.

Ia berharap, dengan adanya penegasan tersebut, para atlet dapat lebih fokus mempersiapkan diri dan menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap cabang olahraga yang diikuti. Pemerintah daerah juga akan membahas lebih lanjut teknis dan besaran bonus bersama para pemangku kepentingan olahraga di Kukar.
“Yang sebelumnya itu kami tepis pada malam hari ini, sehingga secara emosional atlet kita sudah siap untuk bertanding di setiap ajang perlombaan yang diikuti oleh atlet Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)









