KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMEO SEAMOLEC) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong para pendidik untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan ini digelar melalui Pelatihan AI in The Classroom yang berlangsung di Hotel Grand Fatma Tenggarong, pada Selasa (12/8/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 30 pendidik dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga Pendidikan Non Formal (PNF).
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Fujianto, mengapresiasi kehadiran SEAMOLEC di Kukar dalam rangka pengembangan pendidikan dan transformasi digital. Menurutnya, kesempatan seperti ini tidak dimiliki semua daerah.
“Ini langkah yang sangat positif. Tidak semua kabupaten bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Ketika SEAMOLEC mengajak kami bekerja sama dalam pengembangan pendidik dan sekolah terkait transformasi digital, tentu kami sambut dengan senang hati dan penuh semangat,” ujarnya.
Menurutnya, tren AI saat ini tengah menjadi sorotan di dunia teknologi informasi dan penting untuk diadaptasikan ke dunia pendidikan.
“Kami ingin guru-guru di Kukar menguasai teknologi digital, khususnya AI dalam pembelajaran. Harapannya, peserta yang hadir adalah mereka yang memiliki bakat dan komunitas sehingga dapat membagikan pengetahuan ini kepada rekan-rekan guru lainnya,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan rencana Disdikbud Kukar untuk melanjutkan kerja sama dengan SEAMOLEC di masa mendatang.
“Kalau kegiatan kali ini murni dibiayai oleh SEAMOLEC, ke depan kita akan hadirkan kembali mereka ke Kukar menggunakan dana dari Dinas Pendidikan. Kebetulan tadi SEAMOLEC sempat mengunjungi dua sekolah rujukan Google di Kukar dan sangat mengapresiasi sambutan kita terhadap pengembangan transformasi digital di pendidikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Manager Divisi Pengembangan SEAMOLEC, Ari Susanti, menjelaskan bahwa SEAMOLEC merupakan salah satu unit kerja di bawah SEAMEO (South East Asia Ministers of Education Organization) yang juga bagian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia mengatakan, SEAMOLEC sangat fokus pada transformasi digital, termasuk mendorong pemanfaatan AI di sektor pendidikan.
“Guru harus lebih memahami teknologi AI dibanding siswanya. Mereka bukan hanya mengajarkan, tetapi juga mengarahkan dan mengontrol pemanfaatan teknologi di sekolah agar digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran,” ujarnya.
Ari menegaskan, tujuan pelatihan ini tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi guru di Kukar, tetapi juga untuk menjaring potensi daerah yang dapat dipromosikan di tingkat Asia Tenggara.
“Kami berharap potensi guru dan satuan pendidikan di Kukar dapat terus berkembang, sehingga lahir inovasi pembelajaran yang bermanfaat, baik di tingkat lokal maupun Asia Tenggara,” pungkasnya. (adv/disdikbud/kukar)










