KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar), Aji Ali Husni, menegaskan pentingnya dukungan orang tua dan keluarga dalam mendukung anaknya untuk mengejar impian sebagai abdi negara.
Hal ini disampaikan Aji Ali Husni seusai pembukaan kegiatan Bimbingan dan Latihan (Binlat) Bintang Pengabdian yang digelar Dispora Kukar, pada Rabu (21/1/2026).
Program ini diharapkan mampu menjangkau seluruh anak muda dari 20 kecamatan di Kukar. Ali menyampaikan, harapan utama dari pelaksanaan Binlat ini adalah agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil maksimal bagi para peserta.
Namun demikian, semangat peserta dan dukungan pemerintah daerah tidak akan berarti tanpa restu serta dukungan penuh dari orang tua dan keluarga.
Ia juga menekankan bahwa dalam nilai-nilai agama, restu orang tua memiliki makna yang sangat besar. Menurutnya, ridho orang tua merupakan kunci utama keberhasilan anak dalam menempuh pendidikan dan cita-cita mereka.
Ia berharap ke depan orang tua dan keluarga dapat berperan aktif dalam mendukung anak-anaknya, mulai dari menjaga kesehatan, fisik, kemampuan, hingga tingkat kecerdasan. Hal ini dinilai penting agar generasi muda Kukar mampu bersaing dengan daerah lain yang memiliki sumber daya manusia lebih unggul.
“Kita akui bahwa saat ini kita masih tertinggal dalam hal SDM. Namun dengan upaya ini, serta kolaborasi dukungan dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah, insya Allah kita bisa mewujudkan sumber daya manusia yang hebat di Kukar,” katanya.
Dalam kegiatan Binlat tersebut, tercatat sebanyak 239 peserta hadir. Ali menyebutkan, target keterwakilan seluruh kecamatan di Kukar telah tercapai sekitar 80 persen. Bahkan peserta dari wilayah yang tergolong jauh seperti Tabang sudah mulai terlibat dalam program ini.
“Ini menunjukkan bahwa keterjangkauan informasi dan program ini sudah menyentuh masyarakat hingga ke daerah yang jauh,” jelasnya.
Ia berharap ke depan dukungan dari pemerintah kecamatan dan desa terus diperkuat agar informasi mengenai program Binlat dapat tersebar lebih luas. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan atau kekhawatiran untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah kedinasan maupun seleksi TNI dan Polri.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Binlat ini dilaksanakan secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun. Pemerintah daerah bahkan akan mengawal peserta hingga ke tahapan seleksi resmi.
Adapun rincian peserta yang mengikuti Binlat tahun ini meliputi 73 orang untuk jalur TNI, 109 orang untuk Polri, dan 47 orang untuk sekolah kedinasan.
Ia menilai animo masyarakat tahun ini sangat luar biasa, bahkan pendaftaran yang dibuka selama sembilan hari terpaksa ditutup hanya dalam waktu dua setengah hari karena kuota telah terpenuhi.
“Tercatat hampir 600 orang mendaftar melalui link pendaftaran. Namun karena harus melalui penjaringan awal seperti tinggi badan dan persyaratan fisik lainnya, maka yang lolos adalah mereka yang benar-benar memenuhi standar TNI, Polri, dan sekolah kedinasan,” pungkasnya. (ltf/fdl)









