Home / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Erau Adat Kutai 2026 Tetap Digelar, Disdikbud Kukar Fokus Libatkan Pelajar Kenalkan Budaya

Heriansyah - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Heriansyah - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 tetap digelar meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Pelaksanaan pesta adat terbesar di Kukar itu akan mengedepankan kolaborasi lintas pemangku kepentingan serta memperkuat edukasi budaya bagi generasi muda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan persiapan pelaksanaan Erau terus dimatangkan. Hingga saat ini, rapat koordinasi telah dilaksanakan sebanyak dua kali untuk membahas pembagian tugas antara pemerintah daerah dan pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Menurutnya, panitia pelaksanaan dibagi menjadi dua bagian, yakni kepanitiaan seremonial yang dikoordinasikan Disdikbud Kukar dan rangkaian sakral yang menjadi kewenangan Kesultanan.

“Untuk kegiatan seremonial dimotori Dinas Pendidikan, sedangkan rangkaian yang bersifat sakral menjadi kewenangan pihak Sultan. Awal Agustus nanti rencananya akan dilakukan launching, termasuk penyampaian tema Erau tahun ini yang sudah ditetapkan oleh Sultan,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Erau akan dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Stadion Rondong Demang beserta area parkirnya dan kawasan Kedaton Kesultanan Kutai.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan Antara Kota dan Pedalaman

Heriansyah menegaskan, pelaksanaan Erau merupakan tradisi turun-temurun yang harus terus dipertahankan sebagai identitas budaya masyarakat Kutai.

“Ini adalah warisan nenek moyang yang harus terus kita jaga. Erau menjadi identitas kita sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Kalau tradisi ini tidak dilaksanakan, lambat laun identitas itu bisa hilang,” katanya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, ia memastikan pelaksanaan Erau tetap dioptimalkan melalui pola kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurutnya, pembiayaan tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah maupun Kesultanan, tetapi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selain prosesi adat, sejumlah kegiatan seni dan budaya juga akan digelar dengan melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

“Kita ingin menghidupkan suasana Erau dengan melibatkan anak-anak sekolah agar mereka mengenal adat dan istiadat Kutai secara langsung. Ini menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus muatan lokal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tahun ini pola penganggaran hibah juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya terdapat alokasi terpisah antara hibah untuk Kesultanan dan anggaran kegiatan di Disdikbud, kini seluruh anggaran tersebut disalurkan dalam bentuk hibah kepada Kesultanan Kutai.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Soroti Kebutuhan Dasar Masyarakat di Daerah Terjauh Banyak yang Belum Terpenuhi

Nilai hibah yang diberikan mencapai sekitar Rp15 miliar, yang mencakup penyelenggaraan Erau, operasional Kesultanan, hingga pemeliharaan Kedaton.

“Dulu anggarannya terpisah, sebagian di hibah Kesultanan dan sebagian lagi menjadi kegiatan di Dinas Pendidikan. Karena adanya efisiensi, sekarang semuanya disatukan dalam hibah kepada Kesultanan,” jelasnya.

Heriansyah juga menyebut terdapat hal baru pada pelaksanaan Erau tahun ini. Selain telah masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN), pemerintah daerah berencana melakukan audiensi dengan Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata sebagai bagian dari penguatan penyelenggaraan festival budaya tersebut.

Meski demikian, ia memastikan seluruh prosesi adat yang telah menjadi pakem tetap dipertahankan tanpa perubahan.

“Yang sakral tidak boleh diubah. Itu sudah menjadi pakem yang harus terus dijaga. Perbedaan tahun ini lebih kepada penguatan status Erau yang sudah masuk Karisma Event Nusantara dan keterlibatan pemerintah pusat,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pemkab Kukar Lakukan Evaluasi Kinerja, 4 OPD Paparkan Kinerja dan Target kepada Bupati dan Wabup

Advertorial

Fraksi Golkar Kutim Usulkan Alokasi Belanja Operasional Sebesar 5,6 Triliun

Advertorial

Tekan Angka Kematian Bayi dan Stunting, DPMD Kukar Lakukan Pembinaan Kader Posyandu

Advertorial

Pemkab Melakukan Sosialisasi Daring Terkait Pelaksanaan PSU Pilkada Kukar

Advertorial

Dispora Kukar Menggelar Program Pembinaan Bagi Wirausaha Muda, Guna Memperkuat Kapasitas Bisnis

Advertorial

Diarpus Kukar Mengembangkan Literasi Masyarakat dengan Memperkuat Pengelolaan Perpustakaan Sekolah dan Desa

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Soroti Rendahnya Realisasi Anggaran Memasuki Triwulan Ketiga

Advertorial

Fraksi Partai Demokrat DPRD Beri Apresiasi Pengelolaan Keuangan Kutim