Home / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:47 WIB

Insentif Guru Honorer Segera Cair, Nominal yang Diterima Bervariasi Sesuai Lokasi Tugas

Heriansyah - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Heriansyah - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah, memastikan proses pembayaran insentif guru honorer di Kukar ditargetkan dapat direalisasikan dalam bulan ini.

Saat ini, pemerintah daerah sedang menyelesaikan tahapan administrasi dan penyempurnaan payung hukum sebelum pembayaran dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa pendapat hukum dari pihak kejaksaan terkait mekanisme pembayaran insentif sudah selesai dan telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar.

Menurutnya, dokumen tersebut kini masih dalam proses penyempurnaan di Bagian Hukum sebelum nantinya diteruskan kepada Bupati Kukar untuk mendapatkan persetujuan akhir.

“Pendapat hukum dari kejaksaan sudah selesai, kemarin sudah disampaikan ke Pak Sekda. Setelah disempurnakan dan dikoreksi Kabag Hukum, insyaallah itu naik ke Pak Bupati,” ujarnya pada Jumat (08/05/2026).

Sembari menunggu proses tersebut rampung, Disdikbud Kukar juga mulai menyiapkan administrasi pembayaran agar pencairan dapat segera dilakukan setelah seluruh regulasi dinyatakan lengkap dan aman secara hukum.

Baca Juga :  Bupati Berencana Hadirkan Mini MPP di Seluruh Kecamatan untuk Wujudkan Kukar Idaman Terbaik

Heriansyah memastikan pembayaran insentif guru honorer ditargetkan bisa direalisasikan dalam bulan Mei 2026.

Pemerintah daerah, ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“InsyaAllah kalau payung hukumnya sudah clear semua, kita akan bayarkan. Dalam bulan ini insyaAllah,” katanya.

Ia menjelaskan nominal insentif yang diterima guru honorer berbeda-beda tergantung lokasi penugasan. Guru yang bertugas di wilayah terpencil akan menerima insentif lebih besar dibandingkan yang berada di kawasan perkotaan.

Insentif untuk guru di daerah terpencil bisa mencapai sekitar Rp1 juta hingga Rp1,2 juta per bulan, sedangkan guru di wilayah perkotaan rata-rata menerima sekitar Rp900 ribu.

Ia menyebut anggaran yang disiapkan pemerintah daerah untuk pembayaran insentif guru honorer di seluruh jenjang pendidikan berada di kisaran Rp3 hingga Rp4 miliar setiap bulan. Anggaran tersebut mencakup tenaga honorer di jenjang PAUD, SD, hingga SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Baca Juga :  Disdikbud Kukar Menggelar Lomba Seni Budaya Meriahkan Pesta Adat Erau 2025

“Kalau secara keseluruhan satuan pendidikan, mulai PAUD, SD sampai SMP, itu variasi sekitar Rp3 sampai Rp4 miliar satu bulan,” jelasnya.

Heriansyah juga mengungkapkan jumlah guru honorer yang terdampak keterlambatan pembayaran insentif mencapai lebih dari 3 ribu orang.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya mempercepat penyelesaian administrasi agar hak para tenaga pendidik segera diterima.

Menurutnya keterlambatan pembayaran sebelumnya dipengaruhi kondisi fiskal daerah dan proses penyesuaian regulasi baru.

Pemerintah daerah, berupaya merapikan seluruh mekanisme agar tidak menimbulkan persoalan hukum yang justru dapat merugikan para guru honorer di masa mendatang.

“Yang kita rapikan kemarin itu dari sisi regulasinya, sehingga teman-teman jangan sampai nanti pada saat pemeriksaan bermasalah dan justru merugikan mereka,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Sidak ke Tangga Arung Square, Wakil Bupati Kukar Ancam Cabut Izin Ratusan Kios yang Tak Kunjung Dibuka

Advertorial

Pemdes Loa Sumber Tambah Potensi PADes Melalui Unit Usaha Bengkel

Advertorial

Pokdarwis Desa Kersik Tawarkan Paket Diving untuk Menikmati Keindahan Alam Bawah Laut

Advertorial

DPMD Kukar Terus Mendorong Pengmbangan Desa, Fokus Utama Penguatan Kelembagaan dan Kapasitas

Advertorial

Kades di Kutim Dintruksikan Susun APBDes Pro Pembangunan yang Bermanfaat Bagi Masyarakat

Advertorial

DPRD Kutim Gelar Hearing Terkait Sengketa Lahan di Sandaran

Advertorial

DPRD Kutim Fokus Menggarap Perda Pengarusutamaan Gender dan Penanganan HIV

Pemerintah

Pertama Kali ke Indonesia Sejak Dinobatkan Sebagai Kaisar Jepang, Sejumlah Tempat akan Didatangi Hironomiya Naruhito