Home / Advertorial / Pemerintah / Uncategorized

Rabu, 15 November 2023 - 15:30 WIB

Kadisdikbud Kutim Utamakan Pelajaran Agama Dalam Kurikulum Pembelajaran

Mulyono - Kepala Disdikbud Kutim

Mulyono - Kepala Disdikbud Kutim

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Tiap waktu tumbuh kembang anak memiliki tantangan tersediri. mulai dari balita, anak-anak, masa remaja hingga dewasa. Di masa anak mulai membaur dengan lingkungan beragam godaan dapat berdampak terhadap kehidupannya. Maka penting ilmu agama diberikan sejak dini.

“Apabila tidak memiliki ilmu agama yang kuat sejak dini, dikhawatirkan bisa terjerumus kepada hal-hal yang kurang baik. Maka melalui pembelajaran ilmu agama dapat memberikan batasan terhadap anak untuk tidak berprilaku buruk,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdkbud) Kutai Timur (Kutim) Mulyono.

Dirinya menambahkan, Menyadari petingnya hal itu, maka salah satu langkah yang ditempuh Disdikbud Kutim ialah menerapkan pembelajaran kitab suci. Khususnya bagi pelajar Sekolah Dasar (SD) di lima skeolah, yang saat ini sedang dilaksanakan uji coba.

Baca Juga :  Junadi dari Partai Gerindra Isi Kursi Wakil Ketua DPRD Kukar, Lanjutkan Pengabdian kepada Masyarakat

“Dengan tambahan waktu belajar kitab suci ini selama dua jam, diharapkan waktu mereka bisa lebih bermanfaat,” ujarnya belum lama ini.

Mulyono menyebut, program akan diujicoba selama satu setengah semester. Kegiatan ini menjadi pilot project, sebelum diterapkan di satuan pendidikan jenjang sekolah dasar di Kutim.

“Kita ambil pantau animo orang tua murid, sekolah dan masyarakat, supaya bisa diterapkan di seluruh sekolah nantinya,” tuturnya.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah Garapan Pemkab Kukar, Sediakan Berbagai Macam Bahan Pokok

Menurunkan interaksi anak dengan gatget juga menjadi salah satu tujuan dari pelaksanaan uji coba mata pelajaran (Mapel) kitab suci ini di sekolah. Sebab, tidak sedikit pengaruh buruk disebabkan dari anak yang melihat tanyangan buruk di smarphone. Seperti perkataan kasar hingga konten dewasa.

Menurut Mulyono, di era perkembangan teknologi maju sekarang ini, banyak anak-anak yang banyak menghabiskan waktunya untuk bermain handphone. Membuat tidak focus terhadap pelajaran disekolahnya.

“Anak-anak mulai enggan untuk belajar. Cenderung  lebih banyak bermain game,” tutupnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kecamatan Samboja Barat Pastikan MTQ ke-45 Tingkat Kabupaten Kukar Siap Dilaksanakan

Hukum - Kriminal

Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan Penegakan Trantibum Satpol PP Kukar Dimusnahkan

Advertorial

Kutim Pecahkan Rekor MURI Kategori Melukis Batik Wakaroros Terbanyak

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Dorong Fasilitas Pengembangan Bakat Pemuda

Advertorial

SMPN 6 Loa Kulu Jadi Salah Satu Sekolah Rujukan Google di Kukar

Advertorial

Pengembangan Pertanian Menjadi Prioritas Pemkab Kukar

Infrastruktur

OIKN akan Mulai Berkantor di IKN pada Maret 2025

Advertorial

DPRD Kukar Menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Pemerintah Daerah Terhadap APBD 2026