Home / Bisnis / Ekonomi / Pemerintah / Politik

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:45 WIB

Ketua DPRD Kukar Dukung Pasar Ramadan yang Dipusatkan di Kawasan Tangga Arung Square

Ahmad Yani - Ketua DPRD Kukar (Latif/Eksposisi)

Ahmad Yani - Ketua DPRD Kukar (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menghadiri pembukaan Bazar Ramadan 1447 Hijriah yang dipusatkan di kawasan Tangga Arung Square, pada Kamis (19/2/2026).

Ia menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Pasar Ramadan yang dipusatkan di kawasan Tangga Arung Square, Tenggarong. Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut sudah tepat karena berada di area pasar yang memang diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan.

“Ini kan Tangga Arung Square, tempat berjualan, memang pasar. Jadi ini satu langkah yang maju bagi Kutai Kartanegara dengan menempatkan Pasar Ramadan di area pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kutim Ingin Pengembangan SDM dan UMKM Dilakukan Secara Optimal

Ia menilai, pemusatan kegiatan di dalam kawasan pasar lebih tertib dibandingkan jika pedagang berjualan di pinggir jalan. Selain berpotensi mengganggu arus lalu lintas, aktivitas jual beli di badan jalan juga dapat mengganggu ketertiban umum.

“Penjualan di jalan umum yang mengganggu pejalan atau lalu lintas tentu itu termasuk pelanggaran. Jadi ketika ditempatkan di Tenggarong Square, ini sudah sangat pas,” tegasnya.

Ia berharap Pasar Ramadan ini mampu mendorong pertumbuhan pelaku usaha dan UMKM, sekaligus meningkatkan perekonomian daerah.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Pasar Ramadan di Tangga Arung Square tidak akan mematikan pasar-pasar lainnya, karena lokasinya yang berjauhan dan memiliki segmen masing-masing.

Baca Juga :  DPRD dan Pengadilan Berperan Penting dalam Menyelesaikan Konflik Hubungan Industrial di Kutim

Ia pun mendorong agar kegiatan Pasar Ramadan dapat terus dilestarikan dan menjadi agenda tahunan pemerintah daerah. Bahkan, ia mengusulkan agar jam operasional bisa diperpanjang hingga selepas salat tarawih.

“Kalau perlu jangan hanya sampai magrib saja. Bisa saja sampai selesai tarawih atau setelah isya, karena mungkin masih ada konsumen yang ingin belanja. Selama pedagang masih mampu bertahan, silakan saja,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kecamatan Sebulu Akan Menggelar Festival Pekan Raya Sebulu 2023, Diharapkan Dongkrak Ekonomi dan Seni Budaya Daerah

Advertorial

Sekretariat DPRD Kukar Semarakkan Pawai Pembangunan Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia

Politik

Relawan Santri Dukung Ganjar Gelar Senam Bersama PDI-P Kukar

Advertorial

Pembebasan Lahan untuk Jembatan Sebulu Mulai Berprogres

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Tingginya Angka Pengangguran di Kalangan Sarjana

Peristiwa

Aksi Unjuk Rasa Gabungan Ormas, Minta Ketua DPRD Kukar Mundur

Advertorial

Bupati Kukar Melakukan Safari Ramadan di Desa Loh Sumber Kecamatan Loa Kulu

Advertorial

Paparkan Hasil Reses, Anggota DPRD Kutim Fokus pada Pembangunan Jalan dan Pertanian