Home / Peristiwa / Politik

Senin, 4 Mei 2026 - 18:18 WIB

Aksi Unjuk Rasa Gabungan Ormas, Minta Ketua DPRD Kukar Mundur

Aksi unjuk rasa dari gabungan ormas di Gedung DPRD Kukar (Latif/Eksposisi)

Aksi unjuk rasa dari gabungan ormas di Gedung DPRD Kukar (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Ratusan massa dari berbagai organisasi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kutai Kartanegara (Kukar),pada Senin (4/5/2026). Aksi tersebut menjadi sorotan karena tidak hanya memuat tuntutan kebijakan, tetapi juga menyentuh isu kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

Massa yang tergabung dalam aliansi ormas datang untuk menyampaikan sembilan tuntutan yang dinilai mewakili keresahan masyarakat. Aksi berlangsung dinamis dan sempat memanas, namun tetap terkendali dengan pengawalan aparat keamanan.

Perwakilan aliansi aksi, Hebby Nurlan Arafat, menyampaikan bahwa salah satu tuntutan utama adalah penolakan terhadap kebijakan penertiban di kawasan Tahura Bukit Soeharto.

“Kami menolak keras setiap kebijakan penertiban di Tahura Bukit Soeharto yang berpotensi menggusur masyarakat tanpa solusi yang adil dan manusiawi,” tegasnya.

Selain itu, massa juga mengecam sikap pimpinan DPRD yang dinilai memicu kegaduhan publik. Mereka mendesak agar DPRD kembali pada fungsi utamanya sebagai representasi rakyat dan menjaga netralitas lembaga.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Realisasikan Program Peduli Lingkungan Melalui Pengadaan Kendaraan Operasional Pengangkut Sampah

Isu penggunaan fasilitas DPRD untuk kegiatan organisasi luar daerah turut menjadi perhatian. Massa menilai hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik sosial dan mencederai prinsip netralitas lembaga.

“Kami juga mengecam dan menuntut penjelasan resmi atas penggunaan aula DPRD oleh Ketua DPRD untuk kegiatan organisasi luar daerah,” lanjutnya.

Dalam tuntutan lainnya, massa menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD karena dinilai dapat melemahkan kedaulatan rakyat. Mereka menegaskan pentingnya menjaga sistem demokrasi yang memberi ruang bagi partisipasi langsung masyarakat.

Transparansi pengelolaan APBD 2026 juga menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Massa mendesak DPRD untuk membuka informasi anggaran secara menyeluruh dan mengambil langkah konkret dalam mengatasi potensi defisit.

Baca Juga :  Sekda Kukar Pimpin Upacara Dalam Rangka Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-94

Selain itu, massa menilai adanya pernyataan yang dianggap menyinggung nilai keagamaan, khususnya terkait fungsi masjid. Hal ini dinilai mencederai nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Kukar.

Puncaknya, massa mendesak Badan Kehormatan DPRD untuk merekomendasikan pergantian antar waktu terhadap Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, serta meminta yang bersangkutan mengundurkan diri demi menjaga marwah lembaga.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid, menyatakan pihaknya telah menerima seluruh aspirasi yang disampaikan massa aksi.

Ia menegaskan DPRD akan menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak terkait sesuai mekanisme yang berlaku.


“Dan kami sebagai lembaga DPRD Kukar tentunya akan menyampaikan menindaklanjuti kepada pihak-pihak yang terkait berkaitan dengan ini,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Serap Aspirasi Masyarakat, Ketua DPRD Kukar Melakukan Kundapil di Kelurahan Loa tebu

Advertorial

Wakil Ketua Sementara DPRD Kutim Optimis Pekerjaan di APBD Perubahan Dapat Diselesaikan Tepat Waktu

Advertorial

Ketua DPRD Kutim Soroti Minimnya Sosialisasi Beasiswa oleh Pemerintah

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kaltim Dorong Semangat Inovasi BRIDA Agar Bermanfaat Bagi Daerah

Advertorial

Anggota DPRD Dorong Transparansi dan Sosialisasi Beasiswa di Kutim

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Mendorong Percepatan Penetapan Tarif Restribusi Hotel Atlet Samarinda

Advertorial

DPRD Kukar Menggelar RDP Terkait Pembangunan Kanal Penanggulangan Banjir di Muara Badak yang Mangkrak

Advertorial

25 Rancangan Perda Masuk di Propemperda, Bapemperda DPRD Kukar Targetkan Selesai 100 Persen Disahkan 2023