Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Sabtu, 4 Mei 2024 - 19:41 WIB

Ketua DPRD Kutim Minta Prioritaskan Penyediaan Aliran Listrik dan PDAM ke Sejumlah Desa

Joni - Ketua DPRD Kutai Timur

Joni - Ketua DPRD Kutai Timur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Joni.  menyampaikan beberapa desa di Tepian Langsat, salah satunya Kilometer 102, belum teraliri Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) . Hal itu diungkapkan kepada rekan media saat ditemui belum lama ini.

“Ada beberapa desa di desa Kilometer 102 itu kemarin ada kita komunikasikan dengan pihak dea, cuma katanya masih menunggu anggaran dari pusat itu,” jelas Joni.

Lebih lanjut, desa tersebut bisa di prioritaskan, karena sudah termasuk layak mendpatkan aliran PDAM.

“Memang itu kalau bisa turun maka bisa kita prioritaskan, karena disana itu sudah layak artinya menengah kebawah itu sudah dilewati karena rata-rata sudah punya kebun semua,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kukar Sementara Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif di Pilkada 2024

Orang nomor satu di DPRD Kutim itu juga menyampaikan. PDAM belum bisa masuk dikarenakan belum memiliki pusat.

“Cuma kalau PDAM itu belum bisa masuk karena masih jauh, pusatnya belum ada, beda dengan Rantau Pulung, karena Rantau Pulung sudah ada pusatnya sehingga 9 desa itu sudah teraliri semua,” ucapnya.

“Kalau daerah Tepian Langsat belum ada pusatnya, pusatnya di Bengalon dan di Bengalon itupun baru tahun ini baru betul-betul diaktifkan. Nah untuk menjangkau kesana itu ratusan kilo, kecuali dia bikin lagi disana sebagai pusat baru dia bisa mengalirkan ke desa yang lain.” lanjutnya.

Baca Juga :  6 Ribu Jiwa di Kukar Tercatat Sebagai Warga Miskin, Dinsos Rutin Menyalurkan Bantuan Bagi Penerima Manfaat

Ia mengaku sebelumnya warga dasana telah meminta agara dibuatkan sumur bor. namun hanya sebagian yang dibuatkan dikarenakan daerah yang terlalu tinggi.

“Masyarakat ada juga yang minta sumur bor untuk mengatasi masalah air. Untuk saat ini yang mengatasi hanya sumur bor itu, tapi ada daerah-daerah tertentu yang tidak bisa dibikinkan sumur bor itu karena daerah yang terkesan tinggi.” tuturnya.

Joni juga telah mengusulkan ke kepala Desa setempat agar dialihakn ke pusat kota karena terlalu tinggi.

“Jadi saya pernah usulkan ke ibu desa, agar dialihkan karena kawasan tinggi sehingga dialihkan ke Bengalon Kota,” pungkasnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Tunggakan Utang Masa Lalu Mulai Terselesaikan, Perusda Tunggang Parangan Catat Perbaikan Kinerja

Advertorial

Komisi IV DPRD Kaltim Menggelar RDP Bahas PPDB Tahun 2023

Advertorial

KPU Kukar Menunggu Putusan PHP dan MK untuk Melakukan Penetapan Pemenang Pilkada Serentak 2024

Bisnis

Ketua DPRD Kukar Soroti Kesejahteraan Pekerja Outsourcing

Advertorial

18 Raperda Disetujui DPRD dan Pemkab Kukar, Akan Segera Disahkan Menjadi Perda

Pemerintah

Wabup Rendi Solihin Ajak Warga Meriahkan Lingkungan Melalui Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih

Bisnis

115 Unit Koperasi Desa Merah Putih Dibangun di Kukar, Kesiapan SDM Penting untuk Keberhasilan Program

Advertorial

Camat Kota Bangun Darat Minta Bantuan kepada Seluruh OPD, Dukung dan Sukseskan MTQ Tingkat Kabupaten