KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan program Kredit Kukar Idaman Terbaik yang dirancang sebagai skema pembiayaan baru bagi masyarakat.
Program ini tak sekadar melanjutkan kebijakan sebelumnya, tetapi juga membawa perubahan signifikan dalam cakupan dan besaran kredit yang ditawarkan.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan pihak perbankan dan sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kukar. Pertemuan ini menitikberatkan pada kesiapan teknis, mulai dari mekanisme penyaluran hingga penyesuaian regulasi yang akan menjadi dasar pelaksanaan program.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa skema kredit terbaru ini dirancang lebih fleksibel dan menyasar sektor yang lebih luas dibandingkan program sebelumnya.
“Kalau dulu besarannya sampai Rp50 juta saja, sekarang bisa sampai Rp500 juta. Bahkan jika memang memungkinkan dan kegiatan usahanya dinilai sangat layak, bisa sampai Rp1 miliar,” ujarnya pada Kamis (16/04/2026).
Perubahan plafon kredit tersebut menjadi salah satu poin penting yang dinilai dapat mendorong pelaku usaha untuk berkembang lebih cepat. Tidak hanya pelaku usaha mikro, program ini juga diarahkan bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan skala bisnisnya.
Selain sektor UMKM, pemerintah daerah juga mulai mengarahkan program ini ke sektor produktif lainnya seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada sektor riil.
“Program ini tidak hanya untuk UMKM kecil, tapi juga untuk mereka yang ingin naik kelas. Termasuk sektor pertanian dan perikanan yang memiliki potensi besar di Kukar,” lanjutnya.
Tak hanya itu, koperasi juga masuk dalam daftar penerima manfaat, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kehadiran koperasi diharapkan dapat memperluas distribusi pembiayaan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Dalam implementasinya, penentuan kelayakan penerima kredit sepenuhnya akan dilakukan oleh pihak bank pelaksana, yakni Bankaltimtara. Peran bank dinilai krusial dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Penilaian usaha dan kemampuan bayar tetap menjadi kewenangan bank, agar kredit yang disalurkan benar-benar produktif,” jelasnya.
Sunggono juga menjelaskan bahwa skema pembayaran akan disesuaikan dengan karakteristik usaha. Untuk sektor pertanian misalnya, cicilan dapat dilakukan setelah masa panen.
“Untuk kegiatan pertanian, pembayaran kemungkinan dilakukan setelah panen. Bahkan jika terjadi gagal panen, akan ada keringanan yang bisa ditanggung melalui skema asuransi,” katanya.
Fleksibilitas tenor ini dinilai penting untuk mengurangi risiko kredit macet sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha dalam mengelola arus kas mereka.
Di sisi lain, Pemkab Kukar menargetkan proses penyempurnaan regulasi dapat segera rampung. Revisi Peraturan Bupati yang tengah dibahas diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat.
Dengan rampungnya regulasi tersebut, program Kredit Kukar Idaman Terbaik ditargetkan sudah dapat mulai dijalankan dalam waktu singkat, bahkan berpotensi diluncurkan dalam pekan depan.
Ia pun berharap, program ini mampu menjadi solusi pembiayaan yang inklusif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai sektor.
“Harapan kita ini bisa benar-benar membantu masyarakat, memperluas akses pembiayaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata,” tutupnya. (ltf/fdl)










