Home / Hukum - Kriminal / Olahraga dan Kesehatan / Pemerintah

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:36 WIB

Mediasi Kasus Bayi Meninggal di Desa Batuah Diduga Kelalaian Pelayanan Puskesmas, Pihak Keluarga Pertimbangkan Lanjutkan Proses Hukum

Mediasi peristiwa meninggalnya seorang bayi berusia enam bulan di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan (Latif/Eksposisi)

Mediasi peristiwa meninggalnya seorang bayi berusia enam bulan di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Peristiwa meninggalnya seorang bayi berusia enam bulan di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), membuka ruang evaluasi serius terhadap sistem pelayanan kesehatan tingkat pertama. Mediasi yang difasilitasi Pemerintah Desa Batuah pada Rabu (25/2/2026) menjadi titik awal pembahasan menyeluruh antara keluarga korban dan pihak fasilitas kesehatan.

Pertemuan yang digelar di Kantor Desa Batuah itu menghadirkan berbagai unsur, mulai dari keluarga korban, perwakilan Puskesmas Batuah, Dinas Kesehatan Kabupaten Kukar, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), hingga aparat dari Polsek Loa Janan.

Dalam forum tersebut, Dinas Kesehatan Kukar mengakui adanya sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia dan sarana penunjang layanan darurat. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kukar, Waode Nuraida, menilai mediasi menjadi momentum refleksi bersama.

Baca Juga :  DPPKB Kutim Menyelenggarakan Bimtek Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi ASN

“Banyak hal yang harus kita perbaiki dalam pelayanan kesehatan, termasuk SDM kesehatan, kompetensi, dan peralatan. Itu semua menjadi masukan besar untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama harus mampu menjadi garda terdepan dalam menangani kondisi darurat.

Namun, di lapangan masih terdapat tantangan klasik, mulai dari keterbatasan tenaga kesehatan hingga dukungan operasional seperti sopir ambulans.

Di sisi lain, keluarga korban melalui penasihat hukumnya, Titus Tibayan Pakalla, menyebut mediasi belum menghasilkan kesepakatan final. Ia menyoroti adanya permintaan maaf dari pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan sebagai bagian dari dinamika pembahasan.

“Memang tidak ada pengakuan secara langsung, tetapi ada permintaan maaf. Bagi kami, itu menunjukkan ada kesalahan yang terjadi, termasuk terkait persoalan tabung oksigen,” ujarnya.

Baca Juga :  Meriahkan Tahun Baru Islam, Desa Batuah Menggelar Pemilihan Duta Muslim dan Muslimah

Menurutnya, proses mediasi tidak serta-merta mengakhiri persoalan. Pihak keluarga masih mempertimbangkan langkah lanjutan apabila ditemukan unsur kelalaian dalam pelayanan medis yang diberikan.

“Kalau memang unsur-unsurnya terpenuhi, kami akan menempuh proses hukum, termasuk kemungkinan laporan polisi terkait dugaan kelalaian dalam pelayanan,” tegasnya.

Sebelumnya, bayi tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit pada Senin (16/2/2026). Keluarga menyebut, sebelum dirujuk dari Puskesmas Batuah, regulator oksigen yang dipasang menunjukkan indikator nol. Selain itu, tidak tersedianya sopir ambulans membuat keluarga memilih membawa sang bayi menggunakan kendaraan pribadi.

Evaluasi menyeluruh yang dijanjikan Dinas Kesehatan kini menjadi harapan agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan dasar benar-benar hadir sebagai penopang keselamatan masyarakat. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kawasan Stadion Aji Imbut Dilakukan Pengaspalan, Sebagai Upaya Tingkatkan Sarana Olahraga

Advertorial

DPRD Kutim Dukung Penuh Program Pembangunan Pemerintah Daerah

Advertorial

Peningkatan Jalan Desa Beloro Menuju Sebulu Modern Akan Dituntaskan Secara Bertahap

Pemerintah

Peringatan HUT ke-26 DWP Kukar, Sekda Tekankan Peran Strategis Dukung Pemerintahan

Olahraga dan Kesehatan

Diagnosa Kesehatan Mental Secara Mandiri Marak di Kalangan Anak Muda, Berbahaya Jika Tanpa Didasari Pengetahuan

Advertorial

SDN 001 Tenggarong Rutin Melakukan Kegiatan P5 Pada Akhir Pekan Sebagai Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar

Advertorial

Pjs Bupati Kukar Membuka Sosialisasi Netralitas ASN Pilkada Serentak 2024

Advertorial

15 SMP di Kukar Akan Dilakukan Pendampingan Literasi Digital